MSIB dan MB, Serupa Tapi Tak Sama

- Penulis

Selasa, 17 Juni 2025 - 12:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kampus Berdampak merupakan pendekatan atau paradigma baru dalam pengembangan perguruan tinggi. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yulianto menyatakan program Kampus Berdampak merupakan langkah strategis dan transformatif yang dirancang untuk menjawab tantangan pembangunan nasional dan mendukung pencapaian Visi Indonesia Emas 2045.

Kampus Berdampak tetap diklaim sebagai kelanjutan dari Kampus Merdeka. Perubahan itu dilakukan berdasarkan hasil analisis dan evaluasi terhadap pelaksanaan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang menunjukkan berbagai kelemahan dari aspek relevansi dan efektivitas pelaksanaan.

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) telah memperkenalkan ke publik beberapa program unggulan untuk mendukung Kampus Berdampak, yaitu Program Penguatan Kapasitas Organisasi Mahasiswa (PPK Ormawa), Program Magang Berdampak, Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW), Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), dan Program Kolaborasi dengan Dunia Usaha dan Industri.

Kemdiktisaintek secara resmi meluncurkan Program Magang Berdampak 2025 pada Senin, 16 Juni 2025, di Gedung D Kemdiktisaintek sebagai bagian dari arah strategis transformasi pendidikan tinggi menuju konsep Kampus Berdampak. Program ini sebagai jawaban atas transformasi pendidikan yang menuntut mahasiswa tidak lagi hanya berkutat di ruang kuliah dan teori semata.

Menteri Brian Yulianto menegaskan program ini bukan semata-mata meningkatkan angka partisipasi magang, melainkan menyiapkan mahasiswa menjadi pelaku perubahan (agent of change). Mahasiswa diberi ruang terlibat langsung dalam dunia kerja, menyelesaikan masalah nyata, dan membangun jejaring profesional lintas sektor.

Mitra dunia usaha dan dunia industri yang membuka lowongan berasal dari beragam sektor strategis, seperti logistik, teknologi informasi, kecerdasan buatan, edutech, video streaming, robotik, smart city, ritel digital, perbankan, pelestarian budaya, hingga layanan Pustaka. Program ini menciptakan ekosistem pembelajaran di perguruan tinggi yang semakin terkoneksi dengan realitas dunia kerja dan semakin relevan dengan kebutuhan zaman.

Baca Juga :  Dorong Transformasi Pembelajaran Digital, Melalui Kegiatan PKM, Tim Pengabdi Dosen FBS UNM Kenalkan dan Latih Guru di SMP Negeri 5 Maros Gunakan JeopardyLabs

Program Magang Berdampak telah mulai membuka pendaftaran mahasiswa calon peserta mulai 16 Juni sampai dengan 11 Juli 2025. Pelaksanaan magang akan dimulai sejak 4 Agustus sampai dengan 22 Desember 2025 (satu semester). Mahasiswa yang mendaftar akan melalui proses seleksi dan pembekalan serta didampingi dosen pembimbing lapangan.

Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia sudah menerbitkan Buku Panduan Program Magang Berdampak sebagai acuan bagi mahasiswa, mitra, mentor, dosen pembimbing program, dan koordinator perguruan tinggi.

Meskipun Program Magang Berdampak (MB) merupakan kelanjutan atau evolusi dari Program Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB), terdapat perbedaan yang signifikan dan penekanan dari segi program, konversi SKS, pengawasan dan bimbingan, kebijakan benefit, dan fleksibilitas.

Dari segi program, MSIB memberikan pengalaman langsung dari ahlinya dan meningkatkan keterampilan mahasiswa, sedangkan MB menekankan dampak nyata dari pengalaman magang, seperti peningkatan keterampilan, pengetahuan, dan kesiapan kerja, serta kontribusi positif terhadap dunia usaha dan industri.

Dari segi konversi (penyetaraan) SKS, MSIB tidak mesti selalu relevan dengan program studi mahasiswa, sedangkan MB lebih terarah dan kontekstual serta disesuaikan dengan program studi mahasiswa dan kebutuhan dunia usaha dan industri.

Baca Juga :  Boyong 12 Atlet Petanque ke Ajang POMNAS, Pelatih Siap Persembahkan Prestasi Maksimal

Dari segi pengawasan dan bimbingan, MSIB diawasi oleh Kemendikbudristek dan dengan bimbingan dari mentor atau dosen pembimbing lapangan sebagai penanggung jawab, sedangkan MB peran lebih besar dalam pengawasan dan bimbingan mahasiswa dari Perusahaan mitra, namun tetap diawasi Kemdiktisaintek.

Dari segi kebijakan benefit, MSIB memberi benefit dan kebijakan seperti uang saku, mobilisasi, dan mentorship sudah terstruktur dan diberikan oleh program, sedangkan MB memberi benefit dan kebijakan (biaya hidup, uang saku, transportasi, dan mentorship) lebih fleksibel dan menyesuaikan dengan kebijakan perusahaan mitra.

Dari segi fleksibilitas, MSIB pendaftaran dilakukan secara bergelombang (batch) dan kouta yang diterima terbatas, sedangkan MB pendaftaran lebih fleksibel dan kouta yang diterima tidak ketat.

Perbedaan MSIB dan MB tersebut, pada akhirnya menuju tujuan yang sama, yaitu menghasilkan lulusan yang siap menghadapi tantangan dunia kerja. Keduanya juga bertujuan menepis jargon klasik, “Perguruan Tinggi sebagai Menara Gading” yang terpisah dari realitas dunia nyata dan kontekstual kebutuhan zaman.

MSIB produk Kampus Merdeka dan MB produk Kampus Berdampak, dapat diibaratkan produk teknologi gawai dari pabrikan merek dan tipe sama, namun pemiliknya hanya memberi “casing” sehingga tampil tampak berbeda, padahal sesungguhnya sama. “Casing” dalam Bahasa Indonesia dapat berarti “sarung,” “pelindung,” atau “bungkus.”

Makassar, 17 Juni 2025

Penulis: Anshari, Redaktur Eksekutif

Berita Terkait

Bahasa Indonesia Mendunia: Bahasa Resmi ke-10 UNESCO, Diajarkan di 57 Negara, dan Faktor Penentu Bahasa Internasional
Wawancara Doorstep dan Gaya Komunikasi Pejabat Publik
Efek Domino, Main Domino
Polisi Jujur ala Gus Dur, Jenderal Hoegeng Sosok Polisi Teladan
Mencari Kebenaran di Ruang Media Sosial
Sosiologi Kurban
“9 Naga” versus “9 Haji”
Revitalisasi Muruah Pancasila

Berita Terkait

Kamis, 30 Oktober 2025 - 11:40 WIB

Bahasa Indonesia Mendunia: Bahasa Resmi ke-10 UNESCO, Diajarkan di 57 Negara, dan Faktor Penentu Bahasa Internasional

Sabtu, 20 September 2025 - 08:03 WIB

Wawancara Doorstep dan Gaya Komunikasi Pejabat Publik

Kamis, 11 September 2025 - 14:52 WIB

Efek Domino, Main Domino

Selasa, 1 Juli 2025 - 12:25 WIB

Polisi Jujur ala Gus Dur, Jenderal Hoegeng Sosok Polisi Teladan

Selasa, 17 Juni 2025 - 12:58 WIB

MSIB dan MB, Serupa Tapi Tak Sama

Berita Terbaru