Kabar PROFESIANA.co.id. Makassar–Rendahnya kemampuan menulis naskah drama anak di kalangan mahasiswa mensyaratkan perlu penerapan model pembelajaran yang tepat guna. Salah satu model pembelajaran yang ditawarkan adalah model pembelajaran APORE.
Hal itu disampaikan Andi Hasrianti dalam ujian promosi doktor untuk meraih gelar doktor di Program Pascasarjana Universitas Negeri Makassar (PPs UNM) pada Jumat, 4 Juli 2025, di Aula Gedung AD PPs UNM.
Disertasi dengan judul: Pengembangan Model Pembelajaran APORE dalam Penulisan Naskah Drama Anak di Perguruan Tinggi dipertahankan di depan Sidang yang dipimpin Prof.Dr. Romansyah Sahabuddin, SE., M.Si., Promotor dan Kopromotor: Prof.Dr. Anshari, M.Hum., dan Dr. Usman, S.Pd., M.Pd., Penguji Eksternal: Prof.Dr. Andi Sukri Syamsuri, M.Hum., dan Penguji Internal: Prof.Dr. Mantasiah R., M.Hum., Prof.Dr. Sultan, S.Pd., M.Pd., dan Prof.Dr. Azis, S.Pd., M.Pd.
Hasil temuan disertasi Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar disimpulkan: pertama, dari analisis kebutuhan, dosen dan mahasiswa membutuhkan model pembelajaran yang kontekstual, kolaboratif, dan berorientasi pada praktik.
Kedua, model pembelajaran APORE dilakukan fase sintaks, yaitu Argumen, Projek, Observasi, Refleksi, dan Evaluasi.
Ketiga, dari hasil uji kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan model pembelajaran APORE telah memenuhi syarat untuk digunakan.
Setelah usai menjawab sanggahan dan bantahan dari dewan penguji, Andi Hasrianti dinyatakan lulus dengan IPK: 3,86 dan predikat kelulusan pujian. Ia tercatat sebagai alumni PPs UNM ke-1597 dan alumni Prodi Pendidikan Bahasa ke-115. (Ans/Why)













