MAKASSAR, SULAWESI SELATAN (Kabar PROFESIANA.co.id) — Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Makassar (FIP UNM) resmi menetapkan Dr. Sayidiman, S.Pd., M.Pd. sebagai Ketua Jurusan baru untuk masa bakti 2025–2029.
Proses pemilihan dan penetapan berlangsung dalam suasana sejuk di Villa Bulutana, Malino, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, sebagai bagian dari agenda Rapat Kerja dan Workshop PGSD bertema “Era Baru Menuju PGSD FIP UNM Humanis dan Berdampak”.
Proses pemilihan dilakukan melalui mekanisme musyawarah mufakat, mencerminkan semangat kekeluargaan dan kolegialitas antar sivitas akademika. Kegiatan ini dihadiri oleh dosen PGSD Makassar, PGSD Bone dan PGSD Pare-pare serta tenaga pendidik Jurusan PGSD, Dekan fakultas, serta perwakilan mahasiswa.
Menurut Prof. Abdul Saman, M.Si., Ph.D. Kons., Dekan FIP UNM, pemilihan ini menjadi simbol kematangan organisasi sekaligus harapan baru. “Kita semua berharap, di bawah kepemimpinan Dr. Sayidiman, Jurusan PGSD semakin adaptif, kolaboratif, dan berdampak nyata, sejalan dengan semangat UNM sebagai kampus yang humanis dan unggul di tingkat nasional,” ujarnya dalam sambutan penetapan.
Dalam sesi penetapan, Dr. Sayidiman, S.Pd., M.Pd. menyampaikan komitmennya untuk mendorong inovasi pembelajaran, penguatan riset dosen dan mahasiswa, serta kemitraan strategis dengan sekolah-sekolah dasar di berbagai daerah. “Saya akan melanjutkan fondasi yang telah dibangun oleh pimpinan sebelumnya, dengan menambahkan semangat transformasi digital dan budaya akademik yang lebih terbuka, inklusif dan tentunya dengan VISI keilmuan,” ungkapnya.
Sementara itu, Drs. Latri Aras, M.Pd., Ketua Jurusan PGSD periode sebelumnya, memberikan apresiasi atas proses transisi yang berjalan lancar dan penuh kekeluargaan. “Saya percaya estafet kepemimpinan ini akan membawa PGSD ke arah yang lebih maju dan responsif terhadap tantangan pendidikan dasar di era baru,” tuturnya.
Pemilihan ini menjadi momen strategis dalam menentukan arah kebijakan jurusan empat tahun ke depan, terutama dalam menghadapi tuntutan Kurikulum, revolusi digital di dunia pendidikan, dan penguatan karakter calon guru di sekolah dasar. (Comol/Ans/Why)













