TERNATE, MALUKU UTARA (Kabar PROFESIANA.co.id) — Sebanyak puluhan mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Khairun Ternate resmi diserahkan oleh Pusat Pengabdian kepada Masyarakat (P2M) Universitas Khairun kepada Camat Ternate Barat, dan selanjutnya diteruskan kepada Lurah Tobololo untuk melaksanakan pengabdian kepada masyarakat selama beberapa minggu ke depan.
Acara penyerahan berlangsung di Kantor Kecamatan Ternate Barat pada Senin, 14 Juli 2025. Penyerahan dilakukan langsung oleh perwakilan P2M Universitas Khairun dan diterima oleh Camat Ternate Barat. Turut hadir dan menyaksikan secara langsung kegiatan ini adalah Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Prof. Dr. Ir. Ramli Hadun, S.P., M.Sc., M.Sc., IPU., yang juga memberikan sambutan dan penjelasan singkat mengenai tujuan dan harapan dari program KKN tahun ini.
Dalam sambutannya, Camat Ternate Barat menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Universitas Khairun yang kembali menempatkan mahasiswa KKN di wilayahnya. Ia menekankan pentingnya keterlibatan mahasiswa dalam mendukung program pemberdayaan dan pembangunan berbasis masyarakat.”Sebagai camat, saya sangat mengapresiasi dan menyambut baik kegiatan ini”. Ujarnya
Setelah prosesi serah terima di tingkat kecamatan, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan mahasiswa dari Camat Ternate Barat kepada Lurah Tobololo. Acara ini kemudian berlanjut di Kantor Kelurahan Tobololo, di mana mahasiswa secara resmi diserahkan kepada masyarakat setempat. Kegiatan ini diawali dengan penjelasan program kerja oleh DPL, Prof. Ramli Hadun, yang memaparkan berbagai rencana aksi mahasiswa, mulai dari program lingkungan, edukasi, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Lurah Tobololo menyambut baik kehadiran mahasiswa KKN dan berharap sinergi antara mahasiswa, aparat kelurahan, dan masyarakat dapat membawa dampak positif yang nyata. Ia juga mengajak seluruh warga untuk mendukung penuh kegiatan KKN sebagai bagian dari upaya bersama membangun kelurahan Tobololo yang lebih maju.
Program KKN Universitas Khairun tahun ini mengusung semangat kolaborasi dan inovasi lokal dalam menjawab tantangan sosial di tingkat akar rumput. Para mahasiswa dijadwalkan akan berada di lokasi hingga akhir Agustus 2025, dan diharapkan mampu menghasilkan program-program yang berdampak nyata dan berkelanjutan. (Rus/Ans/Why)













