MAKASSAR, SULAWESI SELATAN (Kabar PROFESIANA.co.id) — Dekan Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM), Prof.Dr. Anshari, M.Hum. dan Direktur Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Makassar, Capt. Rudy Susanto, M.Pd. melakukan penandatangan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding) di Bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi pada Sabtu (6/9/2025) bertempat di Gedung Geomaritim Kampus Terpadu PIP Makassar, Jl. Salodong, Kelurahan Untia, Kecamatan Biringkanaya Makassar.
Penandatanganan itu disaksikan Kepala Badan Pengembangan SDM Perhubungan, Dr. Djarot Tri Wardhono, S.T., M.T. dan para pejabat di Direktorat Perhubungan Laut dan Direktorat Perhubungan Udara.
Selama ini, FBS UNM telah berberapa kali menempatkan magang mahasiswa Program MBKM di PIP Makassar. Fokus kerja sama di bidang pendidikan dan pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Kepala Badan Pengembangan SDM Perhubungan, Dr. Djarot Tri Wardhono, S.T., M.T. dalam sambutan pengarahannya, menekankan agar kualitas SDM taruna di bidang pelayaran dan penerbangan harus terus ditingkatkan, terutama dalam penguasaan kompetensi dan keterampilan berbahasa asing. Ia menekankan selain bahasa Inggris, diharapkan membekali keterampilan Bahasa Korea, Bahasa Mandarin, dan Bahasa Arab.
Menurut Prof. Anshari yang didampingi Wakil Dekan Bidang Kerja Sama dan Pengembangan, Samtidar, S.Pd., M.Ed., Ed. D., imbauan Kepala Badan Pengembangan SDM Perhubungan sangat terkait dengan aset intelektual di FBS UNM yang menangani Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Bahasa Mandarin, dan Pendidikan Bahasa Arab.
“FBS UNM akan berkontribusi dalam peningkatan SDM di bidang kompetensi bahasa asing bagi calon perwira transportasi di PIP Makassar, yaitu Bahasa Inggris, Bahasa Arab, Bahasa Mandarin, dan Bahasa Jerman,” pungkas Prof. Anshari.
Pada acara ramah tamah wisuda dan pelepasan perwira transportasi, selain penandangan nota kesepahaman dengan FBS UNM, juga PIP Makassar menjalin kerja sama dengan FIB Unhas, PT Temas Tbk., BPJS Ketenagakerjaan Cabang Makassar, PT Marindo Jaya Abadi, dan PT Harmoni Global Maritime. (Ans/Why)













