MAJENE, SULAWESI BARAT (Kabar PROFESIANA.co.id) — Penandatangan Nota Kesepahaman antara Universitas Negeri Makassar (UNM) dan Universitas Sulawesi Barat (UNSULBAR) harus segera ditindaklanjuti dengan Implementation Agreement (IA) agar dapat terstandarisasi dan bernilai dalam Indikator Kinerja Utama (IKU).
Rektor UNM, Prof.Dr. Karta Jayadi, M.Sn. menyampaikan harapan itu saat memberi sambutan pada acara Penandatangan Nota Kesepahaman antara UNM dan UNSULBAR, pada Sabtu (20/9/2025) di Aula Villa Bogor di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat.
Menurut Prof. Karta Jayadi, pendidikan kunci kemajuan sumber daya manusia. Hanya dengan pendidikan, kemiskinan bisa berubah dan cara berpikir juga bisa berubah. Unsulbar harus berperan aktif dalam peningkatan kualitas pendidikan. Unsulbar harus diperhitungkan di tingkat nasional.
“Sebagai mitra sejak dahulu, UNM akan mendampingi UNSULBAR untuk menatakelola Tri Dharma Perguruan Tinggi. Karena itu, UNSULBAR mesti bernegosiasi dengan pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Sulawesi Barat,” ajak Prof. Karta Jayadi.
Prof. Karta Jayadi menegaskan bahwa karakter orang Mandar adalah petarung ulung dan memiliki jiwa juang tinggi. Ketimpangan sarana dan prasarana pendidikan di pelosok, sementara ketika ujian menggunakan standar nasional. Hal itu yang harus diperjuangkan,” pungkasnya.
Sementara itu, Rektor UNSULBAR, Prof.Dr. Muhammad Abdy, S.Si., M.Si. mengatakan UNSULBAR usianya masih relatif muda, baru 13 tahun. Tahun 2013 resmi beralih ke perguruan tinggi negeri. Baru tahun 2015, secara resmi merekruit dosen secara nasional. Jumlah dosen 707 orang dan mahasiswa 15.000 orang. Setiap tahun menerima mahasiswa baru 3.000 orang.
“Nota Kesepahaman antara UNM dan UNSULBAR sudah diperbarui untuk ketiga kalinya. Telah banyak kerja sama kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi, namun banyak yang tidak melembaga. Kerja sama itu pada umumnya di bidang pengembangan kurikulum,” jelas Guru Besar FMIPA UNM.
Dosen Matematika mengharap agar UNSULBAR sebagai perguruan tinggi negeri baru dapat melompat agar dapat sejajar dengan perguruan tinggi maju. Tidak seperti yang lain, UNSULBAR berdomisili di Kabupaten Majene, bukan ibukota provinsi. Sesuai kesepakatan para pendiri Provinsi Sulawesi Barat, Kota Majene dinisbahkan sebagai kota pendidikan.
Rektor UNM didampingi WR 1, WR 2, WR 4, Para Dekan, Ketua Lembaga, dan Kepala Biro. Sedangkan Rektor UNSULBAR didampingi WR 3, Para Dekan, Ketua Lembaga, dan Wakil Dekan. (Ans/Why)













