Dr.Mulyadi : Dialog Lintas Agama Ikhtiar Paling MULIA

- Penulis

Rabu, 1 Oktober 2025 - 05:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dr.Mulyadi (kiri) bersama Ketua DPP ISNU, Prof. Kamaruddin (tengah)

Kabar PROFESIONA,co.id:

Kehidupan modern kerap diwarnai polarisasi. Akibatnya, terjadi pembelahan masyarakat menjadi kelompok yang sangat berlawanan dan sering kali saling memusuhi—terjadi di berbagai aspek kehidupan modern, termasuk politik, sosial, dan bahkan melalui teknologi digital. Untuk itu saja, ada suara-suara yang menyerukan persatuan dan pengertian lintas keyakinan menjadi mercusuar amat berharga. Dialog antar ummat beragama salah satunya.

Di Sulawesi Selatan, misalnya, komitmen terhadap nilai-nilai luhur ini kembali ditegaskan melalui sebuah inisiatif penting. Yaitu, dialog lintas agama yang digelar Pusat Kerukunan Umat Beragama(PKUB), Sekretariat Jenderal Kementerian Agama di Hotel Claro Makassar, Rabu, 1 Oktober 2025, pagi ini.

Pelibatan Sekretariat Jenderal Kementerian Agama sebagai inisiator dalam dialog lintas agama ini, menunjukkan komitmen negara dalam menjaga dan memelihara kerukunan antarumat beragama. Dialog ini, merupakan bentuk nyata, dari kehadiran pemerintah sebagai fasilitator kebhinekaan, memastikan setiap elemen masyarakat merasa terwakili dan memiliki ruang untuk berkontribusi.

Dialog semacam ini bukan hanya sekadar acara seremonial, melainkan investasi jangka panjang bagi stabilitas sosial dan kemajuan peradaban. Dialog ini juga di antaranya diikuti Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) se Provinsi Sulawesi Selatan.

Baca Juga :  TNI AL Kodaeral VI Bergerak Cepat Hadapi Cuaca Ekstrem, Ini Himbauan Dankodaeral VI Kepada Masyarakat 

Kehadiran ISNU dalam forum dialog ini, jelas Sekretaris Dewan Pengurus Wilayah (PW) ISNU Sulawesi Selatan, Dr.Mulyadi,M.Pd, bukanlah sekadar partisipasi, melainkan penegasan akan peran strategis kaum intelektual Nahdlatul Ulama dalam merawat kemajemukan bangsa.

Sebagai lembagai otonom NU, demikian Dr.Mulyadi, ISNU membawa serta khazanah pemikiran moderat, inklusif, dan berpijak pada nilai-nilai kebangsaan yang selama ini menjadi ciri khas kaum nahdliyyin.

“Jadi, kehadirian rekan rekan ISNU dalam dialog linta agama kali ini dan di hotel mewah ini, tidak semata sebagai peserta, melainkan penyuara gagasan, sekaligus jembatan penghubung antara berbagai elemen masyarakat, termasuk lintas agama di Makassar dan sekitarnya ini,” urainya.

Dekan FKIP Universitas Islam Makassar (UIM) ini menambahkan, dialog lintas agama yang juga bakal dihadiri Sekjen ISNU Pusat itu merupakan sebuah ikhtiar MULIA untuk mengukuhkan fondasi kerukunan yang kuat.

“Kita ketahui bersama bahwa, di Sulawesi Selatan, adalah provinsi yang kaya akan keberagaman etnis dan agama. Karenanya, dialog ini merupakan forum yang kelak menjadi ruang aman bagi para pemuka dan tokoh agama, baik Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, hingga Konghucu, dan agama lainya untuk saling berbagi perspektif, memahami perbedaan, dan yang terpenting, menemukan titik-titik persamaan,” urai Doktor asal Universitas Negeri Makassar (UNM) ini.

Baca Juga :  Aksi Cepat Tanggap TNI AL Lantamal VI Bersama Tim Gabungan Evakuasi Korban Bencana Alam Banjir

Mulyadi berharap, dialog lintas agama tidak sekadar ajang bertukar argumen teologis, melainkan dijadikan sebagai platform guna merajut kesalingpahaman dalam menghadapi tantangan sosial, mempromosikan nilai-nilai kemanusiaan, dan bersama-sama merumuskan langkah konkret demi kemajuan Kota Makassar, dan Sulawesi Selatan pada umumnya.

Di bagian lain, Mul—sapaan akrabnya itu melihat, ISNU dengan latar belakang keilmuan dan pengalaman organisasi yang mewadahinya, nantinya turut memberikan warna tersendiri dalam dialog lintas agama ini.

“Nantinya, kita harapkan, selain ISNU, peserta tentunya dengan pemahaman mendalam terhadap ajaran agama serta konteks sosial-politik kontemporer, mampu mengartikulasikan pandangan-pandangan konstruktif tentang bagaimana kerukunan umat beragama dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Utamanya, membahas isu-isu krusial seperti moderasi beragama, pencegahan radikalisme, pentingnya literasi keagamaan, serta kontribusi nyata dari masing-masing komunitas agama dalam pembangunan berkelanjutan,” tutup Mul. (din pattisahusiwa)

 

Berita Terkait

Gerak Cepat TNI AL, RSAL Jala Ammari Kodaeral VI Tangani Korban Kecelakaan Kapal Nelayan di Pelabuhan Paotere Makassar
Literasi Digital Islami Jadi Basis Penguatan Kapasitas Guru dan Orang Tua di SMP Muhammadiyah 11 Tello Makassar 
Jejak Pengabdian yang Tak Pernah Pudar: Ladokgi TNI AL Yos Sudarso Peringati 57 Tahun Pengabdian
Jumat Berkah Srikandi Elang Timur Indonesia kepada Pebentor
Tingkatkan Sinergitas Bidang Kesehatan, Dankodaeral VI Terima Kunjungan Wakapuskesal dan Kaladokgi R.E. Martadinata
Dankodaeral VI Melaksanakan Menembak Laras Panjang bersama PJU dan Kadis/Kasatker
Ormas APPI Siap Kawal Program Pemkot Makassar
Dankodaeral VI Menghadiri Penandatanganan Kontrak Pengadaan Barang dan Jasa TNI AL 2026

Berita Terkait

Selasa, 3 Februari 2026 - 13:53 WIB

Gerak Cepat TNI AL, RSAL Jala Ammari Kodaeral VI Tangani Korban Kecelakaan Kapal Nelayan di Pelabuhan Paotere Makassar

Sabtu, 31 Januari 2026 - 13:25 WIB

Literasi Digital Islami Jadi Basis Penguatan Kapasitas Guru dan Orang Tua di SMP Muhammadiyah 11 Tello Makassar 

Sabtu, 31 Januari 2026 - 07:33 WIB

Jejak Pengabdian yang Tak Pernah Pudar: Ladokgi TNI AL Yos Sudarso Peringati 57 Tahun Pengabdian

Jumat, 30 Januari 2026 - 20:09 WIB

Jumat Berkah Srikandi Elang Timur Indonesia kepada Pebentor

Jumat, 30 Januari 2026 - 16:54 WIB

Tingkatkan Sinergitas Bidang Kesehatan, Dankodaeral VI Terima Kunjungan Wakapuskesal dan Kaladokgi R.E. Martadinata

Berita Terbaru