MAKASSAR, SULAWESI SELATAN (Kabar PROFESIANA.co.id) — Seniman terpilih dari Perth, Australia Barat, Naoko Uemoto bakal menjadi residensi (bermukim) selama sebulan di Makassar. Kedatangan Naoko atas inisiasi Program BREEZE: Perth-Makassar Arts Exchange, yaitu Kolaborasi Perth Institute of Contemporary Art (PICA), Fakultas Seni dan Desain (FSD) Universitas Negeri Makassar (UNM), Rumata Artspace, dan MAREGE Institute, supported by PROJECT11.
Nurabdiansyah Ramli yang sangat akrab disapa dengan panggilan Abi menuliskan percakapan di group WA Satu untuk UNM bahwa Naoko akan membuat serangkaian partitur dan rekaman musik di Makassar, yang dipandu oleh pendekatan animistik dan ekomusikal yang dikembangkan melalui pertukaran lisan. Ia tertarik untuk meneliti bagaimana keyakinan lokal tentang kehadiran spiritual dan materialitas memengaruhi praktik bermusik: bagaimana kehadiran spiritual mendiami material dan tempat, hubungan yang tercipta melalui angin yang melewati tubuh dan tubuh yang melewati angin, serta protokol mendengarkan dan bersuara yang muncul dari konteks sakral atau spiritual.
“Melalui percakapan dan praktik bersama para musisi serta pemangku pengetahuan lokal, mendengarkan secara mendalam terhadap suatu tempat, dan rekaman lapangan, Naoko akan mengembangkan metode komposisi yang mendukung praktik pertunjukan improvisasi elektroakustiknya. Partitur yang dihasilkan mungkin akan memanfaatkan elemen suara, visual, dan tekstual, yang berfungsi sebagai pemicu perhatian sonik dan respons tubuh,” tulis Abi yang juga selaku Ketua Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) FSD UNM.
Dosen yang giat meneliti perjalanan Teripang Suku Makassar di Marege Australia ini lanjut menuliskan bahwa Naoko akan bekerja dengan saksofon (yang mungkin akan ia siapkan menggunakan material yang ditemukan di sekitar) bersama dengan pengamatan visual terhadap elemen-elemen yang terbawa angin seperti awan dan asap, untuk menerjemahkan pemahaman animistik dan berbasis tempat ke dalam bentuk komposisi yang dibentuk oleh material sonik dan atmosferik.
“Partitur yang dihasilkan akan menjadi panduan untuk rekaman permainan yang memperlakukan suara sebagai pertukaran berkelanjutan antara tubuh, instrumen, dan lingkungan. Setiap sesi permainan memungkinkan partitur tersebut untuk berevolusi, sekaligus mendokumentasikan pertukaran pengetahuan lisan yang membentuk proses penciptaannya,” pungkas Abi yang terpilih sebagai kurator Awakening Histories Exhibition di Monash University Moseum of Art yang digelar pada tanggal 4 Oktober – 6 Desember 2026. Welcome Naoko ! (Rls/Ans/Why)













