MAKASSAR, SULAWESI SELATAN (Kabar PROFESIANA.co.id) — Penampilan seni tradisional kolaborasi angngaru (tradisi puisi ikrar/sumpah), tarian, dan maraga (seni permainan tradisional) menjadi sajian awal dalam acara pembukaan Konferensi Nasional Asosiasi Pendidik Seni Indonesia (Konapsi) 2025 merupakan simbol penyambutan tamu kehormatan dalam bentuk kolaborasi seni tradisional Sulawesi Selatan.
Rangkaian kegiatan Abdi Pendidik Seni Indonesia (APSI), yaitu pertunjukan dan pameran seni di Fakultas Seni dan Desain (FSD) Kampus Parangtambung (23 Oktober 2025), Konferensi Nasional dan penandatanganan nota kesepahaman antara Universitas Negeri Makassar (UNM) dan APSI di Ballroom Teater Lantai 2 Menara Pinisi (24 Oktober 2025), dan Rapat Kerja Nasional APSI di Hotel Remcy (25 Oktober 2025).
Rektor UNM, Prof.Dr. Karta Jayadi, M.Sn. dalam sambutan ketika membuka Konapsi pada Jumat (24/10) di Ballroom Teater Lantai 2 Menara Pinisi sangat mengapresiasi atas penyelenggaraan kegiatan APSI yang memberi amanah kepada FSD UNM selaku tuan rumah.
Prof. Karta Jayadi mengungkapkan bahwa FSD UNM yang bekerja sama dengan Sanggar Seni Patonro menampilkan perfomansi kolaborasi seni tradisional dalam mengawali pembukaan kegiatan Konapsi 2025 dengan tujuan agar selaku pendidik dan mahasiswa seni dapat memelihara seni tradisional dalam rangka pemertahanan kebudayaan nasional.
“Keberadaan APSI sangat strategis untuk menjaga dan mempertahankan identitas seni tradisional. Karena itu, ada tiga dimensi terkait seni tradisional, yaitu bertahan sebagai dokumentasi, pengembangan, dan kolaborasi dalam pembinaan dan pengembangan budaya dan seni lokal,” ujar Guru Besar Antropologi Seni.
Prof. Karta Jayadi menegaskan perbedaan seni tradisi lokal etnis Bugis-Makassar dengan etnis lain di Indonesia. Daru performansi yang ditonton di awal acara, antara penari dan penabuh gendang tidak sejalan. Meskipun tabuhan gendang sangat riuh, penari tetap tenang dalam menari.
Lanjut Prof. Karta Jayadi menambahkan terkait dengan angngaru (ikrar/sumpah setia memberi pesan bagaimana kesetiaan dalam menghormati dan menjaga tamu kehormatan. Sumpah setia yang biasanya dilakonkan dengan memainkan badik (senjata tajam khas suku Bugis-Makassar) dengan menusuk-nusuk ke tubuh menyimbolkan bahwa prajurit sebagai tubarani akan melindungi tamu kehormatan selama berada di wilayahnya.
Konapsi 2025 dilaksanakan di Ballroom Teater Lantai 2 Menara Pinisi UNM mengusung tema: “Seni, Pendidikan, dan Krisis Zaman: Merancang Ekosistem Kreatif untuk Dunia Berkelanjutan.”
Narasumber: Prof.Dr. Karta Jayadi, M.Sn. (Rektor UNM) bertindak sebagai pembicara kunci, Prof.Dr.Drs. Djuli Djatiprambudi, M.Sn. (Universitas Negeri Surabaya) Prof.Dr.Phil. Yudi Sukmayadi, M.Pd. (Universitas Pendidikan Indonesia) melalui daring, dan Dr. Eko Supriyantoro, S.Sn., M.I.A (ISI Surakarta).
Konferensi dilakukan secara paduan luring dan daring diikuti seluruh pengurus APSI, dosen dan guru seni, serta mahasiswa. Kegiatan konferensi dirangkaikan dengan penandatangan nota kesepahaman antara Rektor UNM, Prof. Dr. Karta Jayadi dan Ketua APSI, Dr. Agus Cahyono, M.Hum. (Ans/Why)













