MAKASSAR, SULAWESI SELATAN (Kabar PROFESIANA.co.id)–Dosen Universitas Negeri Makassar (UNM) melalui tim dosen pelaksana sukses menggelar Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yakni Pelatihan Pembuatan Publikasi Kegiatan Pengabdian UNM Tahun 2025 di Media Online, beberapa waktu yang lalu.
Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam upaya meningkatkan kualitas, visibilitas, dan dampak sosial dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh sivitas akademika UNM.
Program ini dipimpin oleh Dr. Wahyudin, S.Pd., M.Pd. selaku ketua tim pelaksana, bersama Dr. Andi Atssam Mappanyukki, S.Or., M.Kes. dan Muslim Bin Ilyas, S.Or., M.Pd, sebagai anggota tim. Kegiatan ini dirancang untuk membekali dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan dengan keterampilan praktis dalam menyusun, mendokumentasikan, dan mempublikasikan hasil kegiatan pengabdian secara menarik dan efektif melalui berbagai media digital.
Pelatihan yang berlangsung secara partisipatif ini berfokus pada penguatan literasi digital dan kemampuan publikasi akademik. Para peserta mendapatkan pelatihan intensif mengenai teknik menulis artikel ilmiah dan berita populer, strategi pengelolaan konten di media sosial, serta pemanfaatan berbagai platform digital seperti Open Journal System (OJS), repository institusi, desain grafis, dan video editing.
Menurut Dr. Wahyudin, kegiatan ini merupakan langkah konkret menjawab tantangan rendahnya tingkat publikasi hasil pengabdian di lingkungan perguruan tinggi.
“Selama ini banyak kegiatan pengabdian yang hanya berhenti di laporan internal. Melalui pelatihan ini, kami ingin menumbuhkan budaya publikasi agar setiap hasil pengabdian dapat dikenal luas, menginspirasi, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.
Kegiatan ini juga menghadirkan sejumlah mitra strategis dari lembaga akademik, media massa, dan pengelola platform digital yang berperan sebagai narasumber dan fasilitator. Para peserta menunjukkan antusiasme tinggi selama pelatihan, terutama dalam sesi praktik menulis berita, membuat konten visual, serta mengunggah hasil publikasi melalui kanal digital.
“Kami mendorong para dosen dan mahasiswa untuk tidak hanya menulis, tetapi juga mengemas hasil pengabdian dengan tampilan visual yang menarik dan mudah diakses masyarakat,” ujarnya. Menambahkan bahwa publikasi kegiatan pengabdian juga berperan penting dalam meningkatkan reputasi akademik institusi. “Publikasi bukan sekadar formalitas, tapi menjadi jembatan antara dunia akademik dan masyarakat. Di situlah letak kontribusi nyata perguruan tinggi,” tuturnya.
Sebagai tindak lanjut, tim PKM berencana membentuk Pusat Publikasi Pengabdian (PPP) UNM yang akan berfungsi sebagai wadah permanen untuk mendukung dosen dan mahasiswa dalam mengembangkan publikasi pengabdian secara berkelanjutan.
Selain itu, tim juga mendorong pengembangan portal digital pengabdian UNM sebagai sarana dokumentasi, promosi, dan diseminasi hasil kegiatan pengabdian ke masyarakat luas. Dengan kegiatan ini, UNM semakin menegaskan komitmennya terhadap implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.
Melalui penguatan kapasitas publikasi digital, UNM berupaya menciptakan ekosistem akademik yang produktif, kreatif, dan berdaya saing — sekaligus meneguhkan peran dosen dan mahasiswa sebagai agen perubahan sosial yang membawa manfaat bagi bangsa dan negara. (Why/Ans)













