Dua Mahasiswa UIN Teliti Analisis Strategi Pengelolaan Zakat di BAZNAS Makassar

- Penulis

Senin, 27 Oktober 2025 - 19:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabar PROFESIONA,co.id:

Zakat, sebagai pilar ketiga dalam Islam, bukan sekadar ritual kewajiban, melainkan juga instrumen penting dalam pemerataan ekonomi umat. Di tengah tantangan optimalisasi dana sosial keagamaan, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) memiliki peran penting, sekaligus harus bergerak dari sekadar pengumpul, melainkan menjadi manajer strategi yang andal.

Pentingnya lembaga pemerintah nonstruktural itulah, maka dua mahasiwa Program Studi Ekonomi Islam, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar melakukan penelitian di BAZNAS Kota Makassar.

Penelitian berjudul Analisis Strategi Pengelolaan Zakat oleh BAZNAS Makassar dari dua mahasiswa masing masing Putri Ramadhani dan Sri Winda Apriani itu menggunakan metode Pendekatan SWOT untuk kesejahteraan mustahik, Senin, 27 Oktober 2025.

Kepala Bagian (Kabag) III Bidang Keuangan dan Pelaporan BAZNAS Makassar, Badal Awan mewakili pimpinan BAZNAS menguraikan secara runut bahasan dari pertanyaan yang diajukan kedua mahasiswa UIN Alauddin tersebut.

Badal Awan mengakui, fokus penelitian kedua mahasiswa di kampus yang dulunya bernama Institute Agama Islam Negeri (IAIN) Alauddin ini adalah, mengungkap dan menyebarkan efektivitas strategi pengelolaan zakat yang diterapkan BAZNAS Makassar, mulai dari sisi penghimpunan (pengumpulan) dari muzakki, hingga pendistribusian dan pendayagunaan (penyaluran dan pemberdayaan) kepada mustahik.

Objek analisis utama meliputi tiga pilar strategi BAZNAS Makassar, pertama menyangkut optimalisasi penghimpunan dan digitalisasi (strategi pengumpulan), efektivitas pendistribusian produktif (strategi distribusi), serta transparansi dan akuntabilitas (tata kelola).

Soal optimalisasi penghimpunan dan digitalisasi (strategi pengumpulan), demikian Badal Awan, mahasiswa meneliti bagaimana BAZNAS Makassar memanfaatkan teknologi digital—aplikasi, platform pembayaran online, dan media sosial—untuk menjangkau muzaki. Analisis ini juga mencakup studi kelayakan terhadap potensi zakat korporasi dan profesi zakat di Makassar yang seringkali belum tergarap secara maksimal.

Kemudian, soal efektivitas pendistribusian produktif, merupakan inti dari penelitian mereka. Para peneliti muda ini membedah model pendayagunaan zakat, membandingkan antara distribusi konsumtif (bantuan langsung) dan distribusi produktif (modal usaha, beasiswa, pelatihan keterampilan). Mereka menggunakan pendekatan kualitatif untuk mewawancarai mustahik penerima program produktif untuk mengukur dampak jangka panjang program tersebut terhadap peningkatan taraf hidup.

Baca Juga :  Inspeksi Mendadak Ukur Kesiapan Fasilitas, Pelabuhan Makassar Jelang Nataru 2026

Dan ketiga adalah, tata kelola, dimana mahasiswa juga menganalisis penerapan prinsip Good Amil Governance . Mungkinkah transparan pelaporan keuangan BAZNAS kepada masyarakat. Utamanya, bagaimana mekanisme internal BAZNAS memastikan bahwa setiap rupiah zakat yang tersalurkan sesuai syariat dan tepat sasaran.

Badal berujar, pihaknya mendorong mahasiswa untuk tidak hanya memahami zakat secara normatif, tetapi juga secara manajerial. Apalagi, BAZNAS Makassar adalah laboratorium nyata bagi mereka. Karenanya, apa yang ditemui dalam penelitian di BAZNAS nantinya, bukan hanya untuk nilai akademik semata, tetapi akan diolah menjadi policy brief—yaitu dokumen ringkas yang berisi analisis dan rekomendasi kebijkan untuk membantu pembuat keputusan. Dokumen ini nantinya disusun berdasarkan data dan temuan penelitian untuk menyajikan solusi praktis atas suatu masalah kebijakan yang membutuhkan perhatian cepat.

Penelitian mahasiswa UIN Alauddin ini memiliki signifikansi ganda. Pertama, dari sisi akademik, penelitian ini menjadi sumbangsih literatur yang kaya mengenai pengelolaan zakat spesifik dalam konteks perkotaan besar seperti Makassar. Kedua, dari sisi sosial, rekomendasi yang dihasilkan diharapkan mampu menjadi katalis perbaikan bagi BAZNAS Makassar dalam menyusun rencana strategi lima tahunan.

Sementara itu, baik Putri Ramadhani, maupun Sri Winda Apriani sama sama menjelaskan metoda yang digunakan dalam penelitian adalah wawancara.

Pedoman wawancara kedua mahasiswa ini dibuat untuk dapat menggali informasi dan  data mengenai strategi pengelolaan zakat yang dilakukan BAZNAS Kota Makassar, analisis kekuatan (Strength), kelemahan (Weakness), peluang (Opportunity), dan ancaman (Threat) dalam pengelolaan zakat, serta upaya BAZNAS meningkatkan kesejahteraan mustahik melalui program[1]program pengelolaan zakat.

Adapun jenis wawancara yang digunakan dalam pengumpulan data adalah  wawancara semi-struktur, di mana peneliti telah menyiapkan daftar pertanyaan  pokok, namun tetap memberikan kebebasan kepada informan untuk menjawab  secara mendalam sesuai dengan pandangan dan pengalamannya.

Soal Informan Peneliti, kedua mahasiswa ini mengemukakan, informan dipilih dengan teknik purposive sampling, yaitu mereka yang  dianggap mengetahui dan terlibat langsung dalam pengelolaan zakat di BAZNAS  Makassar. Informan terdiri dari pihak internal BAZNAS (ketua,wakil ketua, atau kepala bidang, staf pelaksana bidang pengumpulan, pendistribusian, dan pendayagunaan zakat. Dan, mustahik penerima zakat dari program pemberdayaan BAZNAS Makassar.

Baca Juga :  Dankodaeral VI Melaksanakan Menembak Laras Panjang bersama PJU dan Kadis/Kasatker

Keduanya juga mengajukan pertanyaan pertanyaan untuk mengetahui bagaimana strategi dan kebijakan yang diterapkan BAZNAS Makassar dalam mengelola zakat secara efektif,mulai dari pengumpulan, pengelolaan, hingga pendistribusian kepada mustahik.

Bagaimana memahami visi dan misi BAZNAS Makassar dalam pengelolaan zakat, apa saja strategi utama yang diterapkan BAZNAS dalam menghimpun dan mendistribusikan zakat. Bagaimana upaya BAZNAS meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk menyalurkan zakat melalui lembaga ini.  Apakah ada inovasi atau program unggulan dalam pengumpulan dan pendayagunaan zakat. Dan, bagaimana peran teknologi atau digitalisasi dalam sistem pengelolaan zakat di BAZNAS Makassar.

Analisis SWOT dalam pengelolaan zakat digunakan untuk mengidentifikasi keunggulan dan tantangan yang mempengaruhi efektivitas lembaga dalam mencapai tujuan kesejahteraan umat.

Kekuatan. Apa saja kekuatan utama BAZNAS Makassar dalam mengelola zakat, faktor internal apa yang membuat BAZNAS unggul dibanding lembaga  zakat lainnya. Kelemahan. Apa kendala atau kelemahan yang dihadapi dalam proses pengumpulan  dan pendistribusian zakat, bagaimana BAZNAS mengatasi atau meminimalkan kelemahan tersebut.

Peluang. Peluang apa yang dapat dimanfaatkan oleh BAZNAS untuk meningkatkan  pengelolaan zakat di masa depan. Apakah kerja sama dengan pihak eksternal (pemerintah, swasta,  masyarakat, atau lembaga lain) telah dimaksimalkan.

Ancaman.  Apa saja ancaman atau tantangan eksternal yang dihadapi BAZNAS Makassar. Dan, bagaimana strategi lembaga dalam mengantisipasi ancaman tersebut agar tidak menghambat pengelolaan zakat.

Harapannya, analisis hasil strategi pengelolaan zakat ini mampu membawa BAZNAS Makassar tampil lebih maju, dari sekedar lembaga pengumpul dana, menjadi motor penggerak pemberdayaan ekonomi umat yang akuntabel, profesional, dan berkelanjutan. (din pattisahusiwa/tim media baznas makassar)

Berita Terkait

Daftar Calon Dekan Fakultas Pertanian Unkhair Ternate Periode 2026–2030, Prof.Dr. Hamidin Rasulu Usung Visi Fakultas Pertanian Unggul Berdaya Saing Internasional dan Berkelanjutan
Plt. Rektor UNM Sampaikan Laporan Singkat Beberapa Langkah Strategis di Wisuda Lulusan UNM Februari 2026
Gerak Cepat TNI AL, RSAL Jala Ammari Kodaeral VI Tangani Korban Kecelakaan Kapal Nelayan di Pelabuhan Paotere Makassar
FBS UNM Jalin Kerja Sama dengan Bank Mandiri, Buka Akses Lowongan Kerja bagi Alumni
FBS UNM Gelar Ramah Tamah, Dekan Prof Anshari Tekankan Pelayanan Akademik sebagai Amanah
WR I UNM Puji Pelayanan Akademik FBS, Dorong Mahasiswa Lanjut Studi
Mahasiswa Magister Resmi Bergabung, Dekan FIKK UNM Tekankan Sejumlah Hal Substansial
Raker STMIK KHARISMA Makassar Dorong Daya Saing Perguruan Tinggi

Berita Terkait

Rabu, 4 Februari 2026 - 18:18 WIB

Daftar Calon Dekan Fakultas Pertanian Unkhair Ternate Periode 2026–2030, Prof.Dr. Hamidin Rasulu Usung Visi Fakultas Pertanian Unggul Berdaya Saing Internasional dan Berkelanjutan

Rabu, 4 Februari 2026 - 09:46 WIB

Plt. Rektor UNM Sampaikan Laporan Singkat Beberapa Langkah Strategis di Wisuda Lulusan UNM Februari 2026

Selasa, 3 Februari 2026 - 13:53 WIB

Gerak Cepat TNI AL, RSAL Jala Ammari Kodaeral VI Tangani Korban Kecelakaan Kapal Nelayan di Pelabuhan Paotere Makassar

Selasa, 3 Februari 2026 - 13:44 WIB

FBS UNM Jalin Kerja Sama dengan Bank Mandiri, Buka Akses Lowongan Kerja bagi Alumni

Selasa, 3 Februari 2026 - 11:26 WIB

FBS UNM Gelar Ramah Tamah, Dekan Prof Anshari Tekankan Pelayanan Akademik sebagai Amanah

Berita Terbaru