MAKASSAR, SULAWESI SELATAN (Kabar PROFESIANA.co.id) – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Khairun (Unkhair) Ternate terus memperluas jejaring kemitraan akademik melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan sejumlah program studi (Prodi) di Universitas Negeri Makassar (UNM). Kegiatan ini berlangsung di Ruang Senat Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) UNM pada Rabu, 29 Oktober 2025.
Penandatanganan PKS tersebut melibatkan beberapa prodi di lingkup FKIP Unkhair Ternate dan benerapa prodi di lingkup UNM, antara lain:
1. Prodi Pendidikan Geografi FKIP Unkhair dengan Prodi Pendidikan Geografi FMIPA UNM,
2. Prodi Pendidikan Geografi FKIP Unkhair dengan Prodi Sains Ilmu Geografi FMIPA UNM,
3. Prodi Pendidikan Geografi FKIP Unkhair dengan Prodi Geografi FMIPA UNM,
4. Prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN) FKIP Unkhair dengan Prodi PPKN FISH UNM, serta
5. Prodi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG-PAUD) FKIP Unkhair dengan Prodi PG-PAUD FIP UNM.
Penandatanganan PKS ini menandai komitmen kedua universitas untuk memperkuat kolaborasi dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, terutama dalam peningkatan mutu pembelajaran dan pengembangan keilmuan sesuai kebutuhan zaman.
Wakil Dekan II FKIP Universitas Khairun, Dr. Ir. Muliadi, S.Si., M.Si, yang hadir mewakili Dekan FKIP Unkhair dalam kegiatan tersebut, menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis untuk memperluas jejaring akademik dan membuka peluang sinergi antarprodi.
“Kolaborasi ini bukan sekadar formalitas, tetapi menjadi pintu bagi penguatan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Melalui kerja sama ini, dosen dan mahasiswa dari kedua institusi dapat saling belajar, berkolaborasi dalam riset, dan bersama-sama membangun praktik pendidikan yang lebih inovatif,” ujar Dr. Muliadi.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa kerja sama ini juga menjadi momentum penting bagi FKIP Unkhair untuk memperkuat kapasitas kelembagaan dan mutu akademik.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap prodi di FKIP Unkhair memiliki mitra strategis yang mampu mendorong pertukaran keilmuan dan peningkatan kualitas lulusan. Sinergi seperti ini akan memberikan manfaat nyata bagi pengembangan kompetensi dosen dan mahasiswa,” tuturnya.
Ia juga berharap agar implementasi kerja sama ini dapat berjalan secara berkelanjutan melalui kegiatan nyata yang berdampak luas.
“Ke depan, kami berharap kerja sama ini tidak berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi diikuti oleh kegiatan bersama seperti joint research, pertukaran dosen dan mahasiswa, serta kolaborasi dalam pengembangan kurikulum yang relevan dengan tantangan global,” pungkasnya.
Ia juga berharap agar implementasi kerja sama ini dapat berjalan secara berkelanjutan melalui kegiatan nyata yang berdampak luas.
“Ke depan, kami berharap kerja sama ini tidak berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi diikuti oleh kegiatan bersama seperti joint research, pertukaran dosen dan mahasiswa, serta kolaborasi dalam pengembangan kurikulum yang relevan dengan tantangan global,” pungkasnya.
Menurutnya, UNM dan Unkhair memiliki kesamaan visi dalam memajukan pendidikan di kawasan timur Indonesia melalui peningkatan kualitas tenaga pendidik dan penguatan riset terapan.
“Kami memandang Unkhair sebagai mitra yang potensial untuk bersama-sama mengembangkan inovasi dalam pembelajaran, riset, dan pengabdian masyarakat. Kolaborasi ini akan mempercepat lahirnya ekosistem pendidikan yang adaptif dan berbasis kebutuhan daerah,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menegaskan pentingnya tindak lanjut konkret dari setiap kerja sama yang disepakati.
“Yang terpenting setelah penandatanganan ini adalah bagaimana implementasinya. Kami berharap masing-masing prodi segera menyiapkan agenda bersama, agar hasil kerja sama dapat dirasakan secara langsung oleh sivitas akademika,” tambah Dr. Suardi.
Dengan terjalinnya perjanjian kerja sama ini, kedua institusi berharap dapat memperluas ruang gerak akademik dan membangun ekosistem pendidikan yang lebih kolaboratif, adaptif, serta berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia di Indonesia Timur. (Rus/Ans/Why)













