TANJUNGPINANG, KEPULAUAN RIAU (Kabar PROFESIANA.co.id) — Forum Komunikasi (Forkom) Pimpinan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Se-Indonesia resmi dibuka di Aula Kantor Gubernur Kepulauan Riau, Tanjungpinang. Kegiatan nasional bergengsi ini diikuti oleh sekitar 380 peserta yang terdiri dari dekan, wakil dekan, ketua jurusan, dan ketua program studi dari 34 universitas anggota Forkom FKIP se-Indonesia.
Pembukaan Forkom FKIP tahun 2025 menjadi momentum penting bagi seluruh pimpinan FKIP untuk memperkuat komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi dalam memajukan pendidikan tinggi keguruan di Indonesia. Forum ini menjadi ruang strategis untuk merumuskan arah kebijakan, menyelaraskan kurikulum, meningkatkan mutu pendidikan, serta memperkuat jejaring kerja sama lintas universitas.
Selain rapat pleno dan sidang komisi, kegiatan Forkom FKIP juga dirangkaikan dengan Seminar Internasional 1st Maritime Research on Innovation, Environment, Science & Tradition International Conference (1st MARINESTIC) 2025, serta penandatanganan sejumlah Perjanjian Kerja Sama (PKS) antarprogram studi di bawah naungan Forkom FKIP sebagai langkah konkret memperkuat kemitraan akademik antarperguruan tinggi.
Pada kesempatan tersebut, Universitas Khairun (Unkhair) turut menandatangani Memorandum Of Understanding (MoU) dengan Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) yang mencakup bidang pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat (PKM).
Dekan FKIP Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH), Ahada Wahyusari, S.Pd., M.Pd., selaku tuan rumah menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kehadiran para pimpinan FKIP dari seluruh Indonesia.
“Forkom FKIP bukan sekadar forum silaturahmi, tetapi wadah strategis untuk bertukar informasi, memperkuat komunikasi dan koordinasi, serta merumuskan kebijakan dan solusi bersama dalam peningkatan mutu pendidikan keguruan. Kami berharap hasil dari forum ini dapat mendorong kolaborasi produktif dan sinergi antar-FKIP di Indonesia,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Forkom FKIP Se-Indonesia, Dr. Imam Sujadi, M.Si., menegaskan pentingnya semangat kebersamaan yang telah menjadi ruh Forkom sejak awal pendiriannya.
“Forkom FKIP lahir dari semangat kebersamaan untuk memberikan sumbangsih pemikiran dalam merumuskan kebijakan pendidikan nasional. Jika dulu Forkom hanya beranggotakan 17 FKIP, kini telah berkembang menjadi 34 FKIP di seluruh Indonesia. Ini bukti nyata komitmen kita untuk terus berkontribusi bagi kemajuan pendidikan guru di Tanah Air,” jelasnya.
Rektor Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH), Prof. Dr. Agung Dhamar Syakti, S.Pi., DEA, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada UMRAH sebagai tuan rumah pelaksanaan Forkom FKIP tahun 2025.
“Kami bangga dapat menjadi tuan rumah kegiatan nasional yang mempertemukan para pemimpin FKIP dari seluruh Indonesia. Semoga forum ini menjadi ruang reflektif sekaligus inspiratif untuk melahirkan inovasi dan kebijakan strategis dalam pengembangan pendidikan keguruan, terutama yang relevan dengan konteks kemaritiman dan keberlanjutan lingkungan,” ujarnya.
Kegiatan Forkom FKIP secara resmi dibuka oleh Gubernur Provinsi Kepulauan Riau, yang diwakili oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan dan Hukum, Drs. Sardison, M.TP. Dalam sambutannya, beliau menegaskan dukungan pemerintah daerah terhadap upaya penguatan pendidikan guru sebagai garda depan pembangunan sumber daya manusia Indonesia.
“Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau memberikan apresiasi yang tinggi terhadap pelaksanaan Forkom FKIP ini. Kolaborasi antarfakultas keguruan akan memperkuat fondasi pendidikan bangsa. Kami berharap hasil forum ini mampu melahirkan rekomendasi kebijakan yang aplikatif bagi kemajuan pendidikan nasional,” tutur Sardison.
Universitas Khairun (Unkhair) turut berperan aktif dalam kegiatan Forkom FKIP tahun ini. Rektor Unkhair diwakili oleh Prof. Dr. Sundari, S.Pd., M.Pd., selaku Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M). Dalam kesempatan tersebut, Prof. Sundari menyampaikan harapan terhadap penguatan kolaborasi lintas universitas.
“Kerja sama ini merupakan bentuk komitmen Unkhair dalam memperluas jejaring akademik serta memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Melalui kemitraan dengan UMRAH, kami berharap muncul berbagai inisiatif bersama dalam penelitian, pengabdian masyarakat, dan pengembangan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan bangsa, khususnya di wilayah kepulauan,” ungkap Prof. Sundari.
Beliau juga menambahkan bahwa keikutsertaan Unkhair dalam Forkom FKIP menjadi bagian dari upaya strategis memperkuat peran FKIP Unkhair dalam forum nasional pendidikan keguruan.
“Forum ini menjadi ajang berbagi praktik baik dan merumuskan kebijakan bersama yang berdampak langsung pada peningkatan mutu pendidikan guru di Indonesia Timur,” tambahnya.
Forum Forkom FKIP Se-Indonesia tahun 2025 diharapkan menjadi tonggak penting dalam memperkuat sinergi antarperguruan tinggi, terutama dalam menghadapi tantangan globalisasi dan transformasi digital dalam dunia pendidikan. Melalui kolaborasi, inovasi, dan penguatan jejaring, FKIP di seluruh Indonesia berkomitmen menjadi pilar utama dalam mencetak pendidik profesional yang berkarakter, unggul, dan adaptif terhadap perubahan zaman.(Rus/Ans/Why)













