Guru Besar FBS UNM Prof. Kembong Daeng Raih Anugerah Tokoh Literasi Keagamaan 2025 Kategori Pelestari dan Pengembang Literasi Keagamaan Berbasis Kearifan Lokal

- Penulis

Jumat, 21 November 2025 - 14:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAKASSAR, SULAWESI SELATAN (Kabar PROFESIANA.co.id) — Kabar membanggakan datang dari Universitas Negeri Makassar (UNM). Prof. Dr. Dra. Hj. Kembong Daeng, M.Hum., Guru Besar sekaligus Ketua Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) UNM, dinyatakan sebagai Pemenang Nominasi Anugerah Tokoh Literasi Keagamaan 2025 oleh Kementerian Agama Republik Indonesia.

Informasi itu tertuang dalam surat resmi bernomor B-185/P.III/HM.01/11/2025 yang dikeluarkan pada 12 November 2025.

Prof. Kembong dinyatakan meraih penghargaan untuk kategori Pelestari dan Pengembang Literasi Keagamaan Berbasis Kearifan Lokal setelah melalui proses seleksi oleh tim penilai Kementerian Agama RI.

Baca Juga :  Ini Pesan Penting Rektor UNM dan Dekan FIKK UNM di Acara Ramah Tamah Alumni Program Sarjana FIKK Periode Juni 2025

Penghargaan itu diserahkan langsung oleh Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar pada puncak Festival Literasi Keagamaan yang digelar Kamis, 20 November 2025, di Auditorium HM Rasjidi, Kementerian Agama RI, Jakarta Pusat.

Menanggapi penghargaan tersebut, Prof. Kembong menyatakan rasa syukur dan menganggap pencapaian ini sebagai amanah untuk terus mengembangkan literasi berbasis budaya lokal.

“Penghargaan ini bukan hanya untuk saya, tetapi untuk seluruh pegiat literasi dan kebudayaan di Sulawesi Selatan. Saya berharap literasi keagamaan yang berpijak pada kearifan lokal semakin mendapat tempat dalam pendidikan dan ruang publik,” ujarnya, Jumat (21/11/2025).

Baca Juga :  UNIMERZ Makassar Didaulat Jadi Tuan Rumah Rapat Penetapan Pengurus HPTKes Wilayah Sulsel

Ia juga menegaskan bahwa literasi keagamaan yang inklusif dan berbasis tradisi lokal memiliki peran penting dalam membangun masyarakat yang toleran dan berkarakter.

“Kearifan lokal adalah jembatan yang menghubungkan nilai-nilai spiritual dengan realitas sosial. Tugas kita adalah memastikan tradisi itu tetap hidup dan relevan bagi generasi muda,” tambah dosen Pendidikan Bahasa Makassar tersebut. (Ikb/Ans/Why)

Berita Terkait

Plt. Rektor UNM Sampaikan Laporan Singkat Beberapa Langkah Strategis di Wisuda Lulusan UNM Februari 2026
FBS UNM Jalin Kerja Sama dengan Bank Mandiri, Buka Akses Lowongan Kerja bagi Alumni
FBS UNM Gelar Ramah Tamah, Dekan Prof Anshari Tekankan Pelayanan Akademik sebagai Amanah
WR I UNM Puji Pelayanan Akademik FBS, Dorong Mahasiswa Lanjut Studi
Mahasiswa Magister Resmi Bergabung, Dekan FIKK UNM Tekankan Sejumlah Hal Substansial
Raker STMIK KHARISMA Makassar Dorong Daya Saing Perguruan Tinggi
Menggali Potensi Ecoprint Berbasis Ethnoeconomics: Upaya Menumbuhkan Jiwa Islamic Entrepreneurship di SD Berb Muhammadiyah II Berua Makassar
UNM Sambut 659 Maba PPG Calon Guru Gelombang I Tahun Akademik 2025-2026, Plh. Rektor Tekankan Karakter Utama Guru Berintegritas 

Berita Terkait

Rabu, 4 Februari 2026 - 09:46 WIB

Plt. Rektor UNM Sampaikan Laporan Singkat Beberapa Langkah Strategis di Wisuda Lulusan UNM Februari 2026

Selasa, 3 Februari 2026 - 13:44 WIB

FBS UNM Jalin Kerja Sama dengan Bank Mandiri, Buka Akses Lowongan Kerja bagi Alumni

Selasa, 3 Februari 2026 - 11:26 WIB

FBS UNM Gelar Ramah Tamah, Dekan Prof Anshari Tekankan Pelayanan Akademik sebagai Amanah

Selasa, 3 Februari 2026 - 11:14 WIB

WR I UNM Puji Pelayanan Akademik FBS, Dorong Mahasiswa Lanjut Studi

Senin, 2 Februari 2026 - 13:39 WIB

Mahasiswa Magister Resmi Bergabung, Dekan FIKK UNM Tekankan Sejumlah Hal Substansial

Berita Terbaru