MAKASSAR, SULAWESI SELATAN (KabarPROFESIANA.co.id)–Keberadaan guru di sekolah bukan hanya semata mengajar, melainkan juga membentuk jiwa dan karakter siswa sebagai agen perubahan. Di era distrupsi, perubahan sikap dan perilaku siswa merupakan tantangan guru.
Demikian disampaikan Wakil Rektor I Bidang Akademik, Prof.Dr. Andi Aslinda, M.Si. yang mewakili Pelaksana Harian (Plh.) Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) ketika memberi sambutan pada pembukaan Orientasi Akademik Guru Tertentu (Guter) 4 Piloting Kementerian Agama (Kemenag), Kamis, 27 November 2025 via aplikasi Zoom Meeting.
Guru Besar di Bidang Administrasi Publik ini menegaskan bahwa pola didik anak didik di zaman dahulu sangat berbeda di era sekarang. Dahulu, anak didik hidup dalam lingkungan sederhana, taat pada orang tua, disiplin, dan dalam kendali kontrol sosial.
“Berbeda di era digital. Mendidik anak di era digital, tantangannya luar biasa. Siswa bergerak tanpa batas, sangat kritis dan berani berpendapat, dan rentan tekanan sosial,” ungkap Prof. Andi Aslinda.
Ia berharap agar melalui Pendidikan Profesi Guru (PPG) Guter 4 Piloting Kemenag, dibentuk guru profesional yang berbasis spiritual. Guru dapat membina karakter dan pendampingan spiritual anak didik.
Ketua Program Studi PPG UNM, Dr. Tangsi, M.Sn., melaporkan bahwa jumlah peserta sebanyak 1.100 orang guru yang berasal dari 31 Provinsi dengan 10 guru bidang studi.
Orientasi akademik ini dihadiri para wakil rektor, ketua senat akademik UNM, ketua majelis profesor, para dekan dan direktur pascasarjana, ketua LP2M, Direktur Development Centre, dan dosen serta staf pengelola Prodi PPG UNM. (Ans/Why)













