MAJENE, SULAWESI BARAT (Kabar PROFESIANA.co.id) —Universitas Sulawesi Barat (UNSULBAR) melalui Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) resmi menyelenggarakan The 1st Mandar International Conference (MIC) dengan tema “Innovations and Insights in Education, Science, Linguistics & Technology”. Konferensi internasional yang digelar pada 6–7 Desember 2025 di Lecture Theater UNSULBAR ini menjadi tonggak sejarah baru bagi UNSULBAR karena untuk pertama kalinya menghadirkan kolaborasi akademik berskala global yang memadukan riset pendidikan, sains, linguistik, dan teknologi.
Acara dibuka oleh Rektor UNSULBAR, Prof. Dr. Muhammad Abdy, M.Si, yang menegaskan bahwa konferensi ini merupakan momentum penting untuk memperkuat jejaring internasional dan meningkatkan kualitas akademik kampus, khususnya FKIP sebagai penyelenggara utama kegiatan.
Konferensi ini menghadirkan enam pembicara kunci dari berbagai negara, yaitu Prof. Dr. Muhammad Abdy, M.Si dari Indonesia; Dr. Ahmed Mohamed dari Maladewa yang menjabat Minister of State for Education; Dr. Manuela Heinz dari Irlandia sebagai Chief Editor European Journal of Teacher Education; Ding Li Yong, Ph.D dari Singapura selaku Regional Coordinator Birdlife International; Daniel Dan Brodkin, Ph.D dari Kanada yang merupakan linguis di UCSC; serta Prof. Dr. H. Ruslan, M.Pd dari Indonesia yang juga Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UNSULBAR. Kehadiran para pakar internasional ini menjadi bukti bahwa konferensi tersebut mendapat perhatian luas dari dunia akademik global.
Dekan FKIP UNSULBAR, Prof. Dr. H. Ruslan, M.Pd, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini menunjukkan komitmen FKIP dalam mendorong inovasi pendidikan dan memperluas kolaborasi riset internasional. Ia menyatakan bahwa FKIP bertekad menjadi pusat pengembangan pendidikan di Sulawesi Barat, dan kegiatan konferensi ini menjadi salah satu strategi penting untuk meningkatkan kapasitas dosen, mahasiswa, dan peneliti dalam menghadapi perkembangan ilmu pendidikan modern.
Selama dua hari, peserta konferensi mengikuti sesi pleno dan presentasi paralel yang membahas berbagai isu strategis, mulai dari transformasi pendidikan berbasis teknologi, kebijakan pendidikan global, riset lingkungan, hingga kajian linguistik kontemporer. Antusiasme peserta yang datang menunjukkan besarnya minat akademisi terhadap penguatan riset lintas disiplin yang relevan dengan kebutuhan dunia pendidikan saat ini.
Dengan terselenggaranya The 1st Mandar International Conference, UNSULBAR bersama FKIP berhasil mencatat sejarah baru dalam penguatan akademik di Sulawesi Barat. Konferensi ini diharapkan menjadi agenda tahunan yang tidak hanya memperkuat identitas lokal Mandar dalam kancah akademik global, tetapi juga membuka ruang kolaborasi riset yang berkelanjutan untuk meningkatkan mutu pendidikan, ilmu pengetahuan, dan teknologi di Indonesia Timur. (Rls/Ans/Why)













