Makassar, Kabar PROFESIONA,co,id:
Tidak banyak orang yang menyangka, karena biasanya jabatan Ketua RW di Makassar—seperti halnya di banyak wilayah di Indonesia—diemban sosok yang telah menapaki usia pertengahan, hingga tua. dengan pengalaman bertahun-tahun dalam kepengurusan RT,RW, maupun organisasi kemasyarakatan lainnya. Namun, Nurfadila, perempuan yang lahir 15 November 2000 ini, mengubah paradigma itu menjadi sebuah kenyataan baru.
Warga di Kelurahan Buloa, Kecamatan Tallo Kota Makassar tiba tiba menggema, takkala Nurfadila diumumkan sebagai peraih suara terbanyak dalam pemilihan Ketua RW 01, Kelurahan Buloa, Kecamatan Tallo, Senin, 7 Desember 2025.
Banyak warga berdatangan, memberikan ucapan selamat kepada anak ketiga dari enam bersaudara ini. Menariknya, beberapa di antaranya, termasuk ketua RT yang terpilih sebelumnya, menyatakan dukungan penuh.
“Sebagai generasi muda, kami senang melihat perempuan muda memimpin. Kami juga jadi lebih bersemangat untuk ikut serta dalam kegiatan sosial, sekaligus menjaga ketertiban dan keamanan di RW ini. Kami mendukung penuh,” tutur seorang anak muda.
Meski demikian, ada satu dua warga yang masih menganut pandangan konservatif mengatakan Ketua RW harus laki‑laki, karena urusan keamanan dan perlindungan lingkungan lebih berat. Meski begitu, sebagain di antara mereka menanggapi pandangan itu.
“Kami meyakini Ketua RW yang baru ini, Ibu Nufadila dapat melakukan dialog dan komunikasi yang intensif dengan ketua ketua RT, termasuk warganya dengan baik, sehingga kemungkinan hal hal diluar nalar akan cepat teratasi,” tutur warga, seraya menambahkan, perempuan tidak perlu ‘sama kuat’ dengan laki-laki. Kita perlu menjadi lebih cerdas dan cekatan.
Warga itu mengatakan, sosok Nurfadila memiliki pengalaman di berbagai organisasi. Mislanya di OSIS, di Ikatan Remaja Masjid Nurul Qalbi (IRMANUBI), di Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Ranting Kelurahan Buloa 4, hingga di Karang Taruna Kelurahan Buloa itu tentunya memiliki energi yang dibutuhkan warga. Dia tahu cara berkomunikasi baik dengan generasi muda, maupun berumur. Dia menghargai tradisi. Termasuk memiliki pendekatan yang kolaboratif di semua unsur.
Kisah istri dari Ridwan ini bukan sekadar berita lokal. Dia mencerminkan gelombang perubahan gender dan digitalisasi yang melanda banyak kota di Indonesia. Makassar, sebagai kota pelabuhan terbesar di Sulawesi, tengah berupaya menjadi “Kota Cerdas” melalui inisiatif Makassar Smart City 2025 .
Ibu dua orang anak masing masing Dinda Rianti dan Daffa Ahmad Sulkarnaing itu juga memahami betul bahwa, RW sebagai struktur yang paling dekat dengan warga, harus menjadi jembatan antara kearifan lokal dan tantangan modern. Dia memanfaatkan dan mengedukasi warga untuk mendukung program pemerintah Kota Makassar, termasuk keamana, lingkungan yang bersih, dan program pelayanan publik lainnya yang bersentuhan dengan lingkungan sekitar.
Nurfadila pun konsisten mengajak pemuda, pemudi, dan perempuan muda, hingga orang tua di lingkungannya, sekaligus membuka sharing tentang perannya sebagai ketua RW. (din pattisahusiwa)













