MAJENE, SULAWESI BARAT (Kabar PROFESIANA.co.id) Kegiatan Perkemahan Jumat–Sabtu (Perjusa) diselenggarakan sebagai ajang menjalin keakraban dan mempererat kebersamaan antara mahasiswa Asistensi Mengajar (AM) Mentari Deteng Deteng, pihak sekolah, dan sivitas akademika FKIP Universitas Sulawesi Barat.
Kegiatan ini berlangsung sejak Jumat, 12 Desember 2025 siang hingga Sabtu, 13 Desember 2025 siang di SDN 18 Deteng Deteng, Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat.
Rangkaian kegiatan diawali pada Jumat siang dengan berbagai aktivitas kebersamaan yang bertujuan membangun solidaritas, kerja sama tim, serta refleksi atas pengalaman selama melaksanakan asistensi mengajar. Suasana keakraban dan kekeluargaan terasa hangat, mencerminkan kuatnya ikatan emosional yang terbangun antara mahasiswa, guru, dan peserta didik selama empat bulan kebersamaan kegiatan asistensi mengajar.
Pada Sabtu siang, dilaksanakan penarikan resmi mahasiswa Asistensi Mengajar setelah empat bulan menjalankan program asistensi mengajar di SDN 18 Deteng Deteng. Kegiatan ini dihadiri oleh Dr. Evy Segarawati Ampry, S.Pd., M.Pd. selaku Dosen Pendamping Lapangan serta seluruh warga SDN 18 Deteng Deteng. Turut hadir pula Koordinator Prodi PGSD Muh Inayah A.M, S.Pd., M.Pd.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Evy Segarawati Ampry menyampaikan bahwa berdasarkan hasil evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program asistensi mengajar, seluruh kegiatan dan program kerja yang telah dilaksanakan oleh mahasiswa berjalan dengan baik dan sesuai perencanaan.
Program kerja tersebut mencakup pendampingan pembelajaran di kelas, penguatan literasi dan numerasi, pengelolaan kelas, bantuan administrasi pembelajaran, serta keterlibatan mahasiswa dalam berbagai kegiatan sekolah yang terbagi dari program harian, mingguan dan bulanan serta inti.
Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pelaksanaan program memberikan dampak positif terhadap proses pembelajaran, meningkatkan partisipasi dan motivasi belajar peserta didik, serta mendukung efektivitas kerja guru di sekolah. Selain itu, mahasiswa dinilai mampu beradaptasi dengan lingkungan sekolah, menunjukkan sikap disiplin, tanggung jawab, dan kerja sama yang baik.
Sementara itu, Ibu Kepala SDN 18 Deteng Deteng menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa asistensi mengajar yang telah membantu pelaksanaan program sekolah. Ia menilai kehadiran mahasiswa tidak hanya membantu proses pembelajaran, tetapi juga memperkuat suasana akademik dan sosial di lingkungan sekolah.
Suasana haru menyertai prosesi penarikan, ketika mahasiswa, guru, dan peserta didik saling berpamitan. Ungkapan terima kasih, doa, dan rasa kebersamaan menjadi penutup rangkaian kegiatan yang penuh makna.
Melalui kegiatan Perjusa dan penarikan mahasiswa asistensi mengajar ini, diharapkan pengalaman, nilai kebersamaan, serta hasil pembelajaran yang diperoleh selama pelaksanaan program dapat menjadi bekal berharga bagi mahasiswa dalam menjalani peran sebagai pendidik di masa depan. (Rls/Ans/Why)













