TERNATE, MALUKU UTARA (Kabar PROFESIANA.co.id) — Universitas Khairun (Unkhair) Ternate menggelar kegiatan Pelatihan Peningkatan Kompetensi Tenaga Operator Perguruan Tinggi melalui Penguatan Literasi Digital Berbasis SKKNI dan Sertifikasi Teknis bagi Tenaga Kependidikan di Lingkup Universitas Khairun. Kegiatan yang mengusung tema “Upgrade Skill and Recognition of Competence” ini dilaksanakan di Aula Babullah Kampus Unkhair Gambesi, Selasa (16/12/2025) hingga Kamis (18/12/2025).
Dalam pelaksanaannya, Unkhair Ternate menggandeng Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Teknologi Informatika dengan melibatkan sebanyak 57 peserta yang berasal dari operator program studi di lingkungan Universitas Khairun. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya tenaga kependidikan, khususnya dalam penguatan literasi digital dan pengakuan kompetensi secara nasional.
Pelatihan ini menghadirkan instruktur nasional, di antaranya Prof. Dr. Ruslan, M.Pd. (Dekan FKIP Universitas Sulawesi Barat) dan Dr. Muhammad Rusli Said, S.E., M.M. (Instruktur Nasional LSP Teknologi Informatika). Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan asesor dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) untuk melaksanakan uji sertifikasi kompetensi, yakni Prof. Dr. Lu’mu, M.Pd. (Ketua LSP Universitas Negeri Makassar) dan Dr. Muhammad Rusli Said, S.E., M.M. (Ketua LSP Teknologi Informatika).
Kegiatan pelatihan secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Khairun, Dr. Hasan Hamid, M.Si. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas kehadiran para instruktur dan asesor yang akan memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan kepada para peserta.
“Tenaga kependidikan harus memiliki standar kompetensi yang diakui negara melalui SKKNI dan sertifikasi. Hal ini penting untuk peningkatan kualitas layanan sekaligus mendukung akreditasi institusi dan program studi,” ujar Dr. Hasan Hamid, M.Si.
Lebih lanjut, Dr. Hasan Hamid, M.Si menegaskan bahwa kegiatan pelatihan peningkatan kompetensi tenaga kependidikan memberikan kontribusi signifikan terhadap proses akreditasi institusi pendidikan tinggi. Menurutnya, tenaga kependidikan yang kompeten merupakan salah satu indikator penting dalam penilaian akreditasi.
Di akhir sambutannya, ia berharap agar seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan pelatihan dengan sungguh-sungguh sehingga memperoleh pembaruan pengetahuan dan keterampilan yang pada akhirnya mampu meningkatkan kompetensi serta profesionalisme kerja di lingkungan Universitas Khairun.
Sementara itu, Direktur LSP Teknologi Informatika, Dr. Muhammad Rusli Said, S.E., M.M., menyampaikan terima kasih atas kepercayaan Universitas Khairun yang telah menggandeng LSP Teknologi Informatika dalam pelaksanaan kegiatan pelatihan dan sertifikasi kompetensi tersebut.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat literasi digital tenaga kependidikan berbasis Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi. Selain peningkatan kapasitas, pelatihan ini juga dirancang untuk diakhiri dengan uji sertifikasi kompetensi nasional.
“Perlu kami tekankan bahwa sertifikasi yang diberikan bukan sekadar sertifikat pelatihan, tetapi merupakan pengakuan kompetensi resmi oleh negara. Sertifikat ini berada di bawah naungan BNSP dan diakui secara nasional hingga regional ASEAN,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kompetensi tenaga kependidikan Universitas Khairun semakin meningkat, profesional, dan mampu memberikan layanan akademik serta administrasi yang berkualitas dalam mendukung visi Unkhair menuju perguruan tinggi yang unggul dan berdaya saing. (Rus/Ans/Why)













