Kabar PROFESIANA.co.id, Makassar – Seperti Masjid Istiqlal di Ibukota Jakarta yang tidak lengkap jika seorang, terutama yang baru menjejakkan kaki di Jakarta, tanpa singgah untuk melaksanakan ibadah salat sekaligus menikmati kemegahannya. Masjid Istiqlal telah menjadi ikon, selain Monas, Ancol, dan Taman Mini Indonesia.
Hal yang sama juga dialami Masjid Kubah 99 Asmaul Husna yang berdiri kokoh di area Central Point of Indonesia (CPI) Kota Makassar. Bagi warga dan pengunjung, tidak sah jika berada di Kota Makassar tanpa merasakan dan menikmati kemegahannya.
Masjid yang dibangun pada tahun 2017 yang didisain dan diarsiteki Mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, diresmikan pada tahun 2023 oleh Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman. Kapasitas daya tampung jamaah sekitar 13.000 orang.
Keunikan masjid ini, selain terdiri dari 99 kubah kecil dengan warna yang mencolok, juga bangunan dalam masjid tanpa tiang penyanggah, setiap kubah di bawahnya tertulis nama sifat Allah, dan lantai dasar sebagai lokasi parkir kendaraan. Di sekitar halaman depan masjid, terdapat penjual aneka kuliner.
Letaknya di pinggir pantai menjadi pesona yang indah, dapat menikmati suasana sunset, matahari terbenam. Karena itu, menimbulkan magnet kuat untuk menarik warga dan orang luar untuk datang menyambanginya.
Di bagian depan, samping mimbar, telah terpajang maklumat Gubernur Andi Sudirman Sulaiman. Berikut isi Standar Masjid Kubah 99 Asmaul Husna adalah sebagai berikut:
1. Iman Masjid yang Memimpin Sholat di Masjid adalah Hafidz Qur’an 30 Juz.
2. Penceramah dalam Kegiatan-kegiatan Ceramah adalah Minimal Memiliki Hafalan Qur’an 3 Juz.
Ketatnya standar yang diberlakukan menunjukkan, mutu manajemen masjid sangat diutamakan sehingga kualitas beribadah di masjid ini dapat terpenuhi.
Salah seorang warga Kota Makassar yang setia mengunjungi masjid, sangat takjub dengan kemegahan arsitektur dan kenyamanan beribadah di Masjid Kubah 99.
“Saya melihat sudah banyak bagian dari gedung masjid ini yang perlu mendapat perhatian, misalnya plafon di bagian tempat wudhu banyak yang terlepas, toilet banyak yang rusak, dan ada air yang menetes di tangga naik,” kritik salah seorang jamaah yang tidak ingin dituliskan identitasnya.
Tentu saja, selain diperlukan perhatian dari pemerintah dan manajemen masjid, kesadaran para pengunjung untuk menjaga kebersihan, keindahan, dan keamanan di masjid. (Ans-Why)













