KabarPROFESIANA.co.id-Makassar. Paling tidak, ada empat pemahaman tentang karya tulis ilmiah (KTI), yaitu tulisan untuk memaparkan masalah, hasil penelitian yang memenuhi kaidah kebahasaan, tulisan disusun sistematis dan objektif, dan memuat ide dan solusi yang dapat diverifikasi kebenarannya.
Hal itu dipaparkan Andi Hasrianti, S.S., M.Pd. ketika menyampaikan materi pada Seminar KTI Dasar dengan tema: “Membangun Budaya Literasi Ilmiah di Era Digital serta Strategi Menyusun KTI yang berkualitas” pada Jumat (16/5/2025) di LT Barat FTK UINAM Kampus Samata Kabupaten Gowa.
Andi Hasrianti lanjut memaparkan, KTI di perguruan tinggi adalah kontribusi akademik penting yang mengukur kemampuan mahasiswa dalam menguasai materi dan menyusun temuan riset secara sistematis.
“Peran KTI sangat strategis karena meningkatkan kemampuan berpikir kritis, analitis, dan argumentatif. Namun, mahasiswa sering menghadapi tantangan, terutama dalam memahami sistematika penulisan dan menyusun kesimpulan yang baik. Penelitian menunjukkan, banyak mahasiswa kurang memahami konsep kunci dalam penulisan sehingga menghambat kemampuan mereka dalam menyusun bagian kesimpulan dengan efektif,” urai Andi Hasrianti.
Andi Hasrianti yang kini tercatat sebagai mahasiswa Program S-3 Pendidikan Bahasa Indonesia Program Pascasarjana Universitas Negeri Makassar menegaskan, untuk menghasilkan KTI berkualitas, mahasiswa harus menguasai dasar-dasar penulisan, seperti karakteristik KTI, struktur KTI, kaidah kebahasaan, dan teknik pengutipan.
Andi Hasrianti menyimpulkan, dengan pemahaman dan penerapan yang tepat, KTI dapat menjadi kontribusi nyata mahasiswa dalam pengembangan ilmu pengetahuan serta emmbangun reputasi akademik yang baik bagi masa depannya.
Seminar ini dilaksanakan oleh Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidiyah (PGMI) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar yang dihadiri sekitar 125 orang dari Jurusan Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Bahasa Arab, Pendidikan Biologi, Manajemen Pendidikan Islam, dan Pendidikan Fisika. (Ans-Why)













