Kabar PROFESIANA.co.id – Makassar. Warga civitas akademika Universitas Negeri Makassar (UNM) bersama umat Islam di sekitar melaksanakan salat Iduladha di pelataran Menara Pinisi Kampus Gunungsari, Jumat, 6 Juni 2025.
Bertindak sebagai Khatib atau Penceramah adalah Prof. Dr. Hamzah Upu, M.Ed, dengan judul khutbah “Pengorbanan pada Hari Raya Idul Qurban.”
Dalam khutbahnya, dikemukakan dua pokok materi, yaitu level pengorbanan pada hari Raya Qurban dan penyembelihan hewan: cara Islami versus Non-Islam.
“Setidaknya, ada empat level pengorbanan, yaitu pengorbanan para Nabi dan Rasul, pengorbanan para Sahabat dan Sahabiah, pengorbanan umat Islam yang sedang melaksanakan ibadah Haji, dan pengorbanan melalui penyembelihan hewan kurban,” jelas mantan Dekan FMIPA.
Sementara itu, jelasnya lagi, penyembelihan hewan dengan cara syariat Islam, yaitu menajamkan pisau/parang, memperlakukan binatang dengan baik, dan memotong leher pada tiga saluran; makanan, nafas, dan pembuluh darah.
“Penyembelihan hewan cara non-Islam, seperti memberi kejutan listrik sebelum dibunuh. Tujuannya agar hewan itu pingsan sebelum dibunuh. Mereka mengklaim tindakan itu mencegah binatang merasa sakit sebelum mati,” tegasnya.
Ketua Prodi S-3 Pendidikan Matematika PPs UNM mengungkapkan hikmah dan manfaat berkurban, meningkatkan tingkat pemahaman agama Islam, semua yang ada di muka harus digunakan sesuai dengan syariat Islam.
“Khusus bagi mereka yang berkurban, disediakan pahala yang jumlahnya seperti banyaknya bulu binatang yang disembelih. Sabda Nabi Saw: Pada setiap bulunya iyu, kita memperoleh satu kebaikan (HR Imam Ahmad dan Ibnu Majah), tutupnya.
Seusai salat Iduladha, dilakukan pemotongan hewan kurban, khusus pimpinan di Menara Pinisi. Secara keseluruhan, jumlah hewan kurban sebanyak 53 ekor sapi dan 1 ekor kambing yang berasal dari 9 fakultas dan 1 program pascasarjana. (Ans/Why)













