Beasiswa Pelatihan Pra-Doktoral PDCP Kemdiktisaintek untuk Dosen Tahun 2025, Dibuka Mulai 20 Juli s.d. 15 Agustus 2025

- Penulis

Minggu, 27 Juli 2025 - 17:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAKASSAR, SULAWESI SELATAN (Kabar PROFESIANA.co.id) – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) membuka penawaran beasiswa pelatihan pra-doktoral yang ditujukan bagi para dosen. Beasiswa kuliah singkat ini disediakan melalui skema Pre-Doctoral Course Program (PDCP) tahun 2025. PDCP adalah program non-gelar yang berlangsung selama maksimal dua bulan di perguruan tinggi luar negeri bereputasi.

Beasiswa PDCP memberi kesempatan bagi dosen untuk mengenal kehidupan akademik dan sosial budaya di luar negeri, menemukan calon dosen pembimbing program doktor, dan memenuhi persyaratan masuk program doktor atau persyaratan mendapatkan Unconditional Letter of Acceptance (LoA) dari perguruan tinggi luar negeri. Beasiswa PDCP fokus menyasar dosen yang berminat untuk melanjutkan studi doktor di luar negeri sehingga dosen memiliki persiapan yang lebih baik ketika memulai studi jenjang doktoral.

Beasiswa PDCP mencakup biaya pendidikan (tution fee), biaya hidup (Living cost), biaya asuransi kesehatan (standard coverage), biaya aplikasi visa, biaya keadaan darurat (force majeure), serta tiket perjalanan dari daerah domisili ke bandara internasional negara tujuan sesuai dengan ketentuan yang berlaku (PP).

Persyaratan:

1. Berstatus WNI dibuktikan dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau paspor yang masih berlaku;

2. ⁠Berusia maksimal 40 tahun per 31 Desember pada tahun pendaftaran;

Baca Juga :  Mulai Hari Senin, Tanggal 23 Juni 2025 UNM Siap Laksanakan UTBK Metode TPA dan Wawancara Jalur Mandiri tahun 2025, Ini Jadwal Lengkapnya

3. ⁠Berstatus dosen tetap pada perguruan tinggi di bawah pembinaan Kemdiktisaintek;

4. ⁠Memiliki Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK) yang terdaftar pada Pangkalan Data Perguruan Tinggi;

5. ⁠Telah lulus program magister (S2), dibuktikan dengan ijazah magister (bagi lulusan magister luar negeri, harus menyertakan SK Penyetaraan Ijazah yang diterbitkan oleh Kemdiktisaintek;

6. ⁠Belum memiliki gelar doktor dan tidak sedang menempuh studi program doktor (ongoing);

7. ⁠Memiliki sertifikat kemampuan bahasa Inggris yang masih berlaku (maksimal dua tahun sejak tanggal terbit) dengan skor minimal TOEFL ITP 560 atau TOEFL IBT 80 atau PTE Academic 58 atau IELTS 6,5;

8. ⁠Memiliki Surat Izin Mengikuti Pre-Doctoral Course Program dari pimpinan instansi asal sesuai format;

9. ⁠Memiliki Personal Statement (dalam bahasa Inggris) sesuai format;

10. ⁠Memiliki proposal penelitian (dalam bahasa Inggris) untuk studi jenjang doktor sesuai format;

11. ⁠Melampirkan Surat Pernyataan Pendaftaran Beasiswa Pre-Doctoral Course Program sesuai format;

12. ⁠Melampirkan Surat Keterangan Sehat dari rumah sakit pemerintah;

13. ⁠Tidak diperkenankan menerima beasiswa lain untuk program serupa (double funding); dan

14. ⁠Memiliki Curriculum Vitae.

Dokumen Aplikasi:

1. Biodata diri (diisi online)

Baca Juga :  JBI FBS UNM Laksanakan Visiting Lecturer, Hadirkan Dosen UIN Malikin Malang

2. ⁠Kartu Tanda Penduduk (KTP)

3. ⁠Surat izin dari atasan langsung

4. ⁠Ijazah S2 atau Surat Keterangan Lulus (asli atau legalisir)

5. ⁠Transkrip Nilai S2 (asli atau legalisir)

6. ⁠Dokumen sertifikat bahasa Inggris yang masih berlaku (2 tahun terakhir)

7. ⁠Proposal penelitian untuk studi doktor dalam bahasa Inggris

8. ⁠Surat keterangan dari dokter

9. ⁠Surat pernyataan sesuai format (bermaterai)

10. ⁠Personal Statement sesuai format

11. ⁠Curriculum Vitae

Catatan: Format Surat Izin Mengikuti Beasiswa, Format Riset, Format Surat Pernyataan bisa dilihat di panduan beasiswa pra-doktoral PDCP Kemdiktisaintek (unduh).

Pendaftaran:

Pendaftaran beasiswa PDCP Kemdiktisaintek dilakukan secara online melalui laman kualifikasidikti.kemdiktisaintek.go.id. Silakan pilih beasiswa pra-doktoral kemudian buat akun. Berikutnya unggah dokumen aplikasi yang diminta seperti tertera. Pendaftaran beasiswa pelatihan PDCP untuk dosen dibuka mulai 20 Juli s.d. 15 Agustus 2025. Pengumuman hasil seleksi akan disampaikan pada September 2025, pembekalan pada September 2025, dan pelaksanaan program pada Oktober s.d. November 2025.

Kontak:

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi

Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi

Jalan Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta 10270

[t] 126

[e] blu.dikti@kemdiktisaintek.go.id

[w] www.kemdiktisaintek.go.id

[w] https://kualifikasidikti.Kemdiktisaintek.go.id

Sumber: https://beasiswapascasarjana.com

(Dedi/Ans/Why)

Berita Terkait

Plt. Rektor UNM Sampaikan Laporan Singkat Beberapa Langkah Strategis di Wisuda Lulusan UNM Februari 2026
FBS UNM Jalin Kerja Sama dengan Bank Mandiri, Buka Akses Lowongan Kerja bagi Alumni
FBS UNM Gelar Ramah Tamah, Dekan Prof Anshari Tekankan Pelayanan Akademik sebagai Amanah
WR I UNM Puji Pelayanan Akademik FBS, Dorong Mahasiswa Lanjut Studi
Mahasiswa Magister Resmi Bergabung, Dekan FIKK UNM Tekankan Sejumlah Hal Substansial
Raker STMIK KHARISMA Makassar Dorong Daya Saing Perguruan Tinggi
Menggali Potensi Ecoprint Berbasis Ethnoeconomics: Upaya Menumbuhkan Jiwa Islamic Entrepreneurship di SD Berb Muhammadiyah II Berua Makassar
UNM Sambut 659 Maba PPG Calon Guru Gelombang I Tahun Akademik 2025-2026, Plh. Rektor Tekankan Karakter Utama Guru Berintegritas 

Berita Terkait

Rabu, 4 Februari 2026 - 09:46 WIB

Plt. Rektor UNM Sampaikan Laporan Singkat Beberapa Langkah Strategis di Wisuda Lulusan UNM Februari 2026

Selasa, 3 Februari 2026 - 13:44 WIB

FBS UNM Jalin Kerja Sama dengan Bank Mandiri, Buka Akses Lowongan Kerja bagi Alumni

Selasa, 3 Februari 2026 - 11:26 WIB

FBS UNM Gelar Ramah Tamah, Dekan Prof Anshari Tekankan Pelayanan Akademik sebagai Amanah

Selasa, 3 Februari 2026 - 11:14 WIB

WR I UNM Puji Pelayanan Akademik FBS, Dorong Mahasiswa Lanjut Studi

Senin, 2 Februari 2026 - 13:39 WIB

Mahasiswa Magister Resmi Bergabung, Dekan FIKK UNM Tekankan Sejumlah Hal Substansial

Berita Terbaru