Kabar PROFESIANA.co.id, Makassar – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mempunyai tugas menyelenggarakan tugas pemerintahan di bidang penelitian, pengembangan, pengkajian, dan penerapan, serta invensi dan inovasi, penyelenggaraan ketenaganukliran, dan penyelenggaraan keantariksaan secara nasional yang terintegrasi.
Hal itu disampaikan Dr. Agus Iswanto, periset dari BRIN bersama Dr. Khusnul Fahimah Ilyas, M.Hum. saat bertandang di Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Negeri Makassar (FBS UNM) dalam rangka sosialisasi BRIN dan skema riset yang dapat dikerjasamai para akademisi di perguruan tinggi, pada Selasa (8/7/2025) di Ruang Rapat Senat Kampus UNM Parangtambung.
Dekan FBS UNM, Prof.Dr. Anshari, M.Hum. yang didampingi Wakil Dekan Bidang Kerja Sama dan Pengembangan, Samtidar, S.Pd., M.Ed., Ed.D., mengemukakan bahwa penelitian atau riset merupakan tugas dan fungsi dosen untuk dharma kedua dari tri dharma perguruan tinggi. Karena itu, kegiatan ini sangat penting bagi dosen. Riset tidak hanya berdampak untuk poin (angka kredit), tetapi juga untuk koin (uang).
Dr. Husnul Fahimah Ilyas, M.Hum. yang juga alumni S-1 Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FBS UNM, menjelaskan lanskap riset OR Arkeologi, Bahasa, dan Sastra sangat relevan dengan FBS UNM. OR ini terdiri dari Tujuh Pusat Riset, di antaranya Pusat Riset Preservasi Bahasa dan Sastra; Pusat Riset Bahasa, Sastra, dan Komunitas; dan Pusat Riset Manuskrip, Literatur, dan Tradisi Lisan.
Baik BRIN maupun FBS UNM, keduanya sepakat untuk berkolaborasi riset ke depan. Penandatanganan nota kesepahaman akan dilakukan, jika sudah ada proposal riset yang disepakati dengan melibatkan peneliti dari BRIN dan FBS UNM. (Ans/Why).













