MAKASSAR, SULAWESI SELATAN (KabarPROFESIANA.co.id)- Penulis Novel Kami (Bukan) Sarjana Kertas, Jombang Santani Khairen atau lebih populer dikenal J. S. Khairen bertandang di Perpustakaan Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS), Universitas Negeri Makassar (UNM), pada Senin, 29 September 2025.
Ia hadir dalam kegiatan yang bertajuk Roadshow Booktalk J. S. Khairen, kerja sama Gramedia dan FBS UNM. Pada momentum ini, penulis kelahiran Kota Padang itu berkesempatan bercengkerama dengan mahasiswa FBS UNM. Ia menyampaikan sejumlah catatan inspirasi kepada puluhan mahasiswa.
J. S. Khairen mengungkapkan bahwa dalam menulis, ia banyak mengangkat kisah nyata yang ada di sekitarnya. Ia mencontohkan, pernah menulis novel dari orang yang sedang terpuruk atau punya masalah besar dalam hidupnya. Dari pengalaman itu, ia menyebutkan bahwa menulis dapat membantu pembaca bangkit atau kembali bersemangat dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
“Kita nulis dari orang yang punya masalah. Dari proses itu, kita bisa membantu orang bangkit lagi. Bahkan yang membaca ikut termotivasi. Dari situ saya katakan, saya nulis orang bisa hidup lagi,” jelasnya.
Lebih lanjut, J. S. Khairen membagikan proses kreatifnya dalam menghasilkan novel-novel yang kini banyak diminati oleh kalangan pemuda atau biasa disebut Gen Z.
“Yah.. sebelum nulis, saya banyak membaca dulu, melakukan riset, kemudian menggali kisah di lapangan,” bebernya.
Sementara itu, salah satu mahasiswa program studi pendidikan bahasa dan sastra Indonesia, Muhammad Zacky Ilmani mengaku senang membaca novel dari J. S. Khairen karena disajikan dengan bahasa yang mudah dipahami dan banyak bercerita dengan realitas kehidupan.
“Novel-novel dari J. S. Khairen saya pribadi suka karena sangat relevan dengan kehidupan kita. Dari novelnya, kita bisa belajar tentang kesalahan-kesalahan manusia, atau paling tidak saya bisa menemukan inspirasi di situ,” pungkasnya.
Novel-novel karya J.S. Khairen, di antaranya: Dompet Ayah Sepatu, Bungkam Suara, Rinduku Sederas Hujan Sore itu, Melangkah, Hal yang Tak Kau Bawa Pergi Saat Meninggalkanku, Kami (Bukan) Fakir Asmara, Kami (Bukan) Generasi Bac*t, Kami (Bukan) Jongos Berdasi, dan Kado Terbaik.
Tampak setelah sesi sharing session berakhir, J. S. Khairen memberikan kesempatan kepada mahasiswa FBS UNM yang memiliki novel untuk mendapatkan pembubuhan tanda tangan secara langsung. (Den/Ans/Why)













