TERNATE, MALUKU UTARA (Kabar PROFESIANA.co.id) – Universitas Khairun (Unkhair) Ternate patut berbangga, empat tim mahasiswa berhasil lolos pendanaan nasional Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) tahun 2025 yang dilaksanakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).
Keempat tim tersebut masing-masing diketuai oleh :
1. Arka Dewi Ambran dengan judul BIDAMAHERA Web Based Digital Platform Edukasi Wisata Ternak Sebagai Media Pembelajaran Wisata Ternak. Tim tersebut lolos pendanaan pada kategori Bisnis Digital
2. Restu Aprianto dengan judul Plakat Batu Angus Khairunqu Inovasi Cinderamata Berkelas dari Warisan Geologi Ternate. Tim tersebut lolos pada kategori Industri Kreatif, Seni, dan Budaya
3. Dyah Ayu Kusumawardani dengan judul TFT Treasure From Trash: Kerajinan Limbah Kain Bekas Kreasi Fashion Berkelanjutan Bernilai Estetika. Tim tersebut lolos pada kategori Jasa, Pariwisata, dan Perdagangan.
4. Azawiyah Mutyarahma Hi Umar dengan judul PALAMARA: Inovasi Anti Nyamuk Alami Berbasis Ekstrak Pala Sebagai Alternatif Ramah Lingkungan. Tim tersebut lolos pada kategori Manufaktur dan Teknologi Terapan.
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama Universitas Khairun, Abdul Kadir Kamaluddin, SP., M.Si, menyampaikan apresiasi atas prestasi ini. Ia menjelaskan bahwa Unkhair sejak awal sudah menargetkan sejumlah proposal untuk lolos pendanaan nasional, sebagai bagian dari strategi memperkuat ekosistem kewirausahaan kampus melalui program P2MW.
“Kami memang dari awal, sudah mempersiapkan proposal terbaik dari mahaiswa yang bisa lolos pendanaan,” ujar Abdul Kadir Kamaluddin.
Menurut beliau, bimbingan teknis (Bimtek) yang telah digelar beberapa waktu lalu, menjadi momentum penting untuk meningkatkan kualitas proposal yang diajukan. Meskipun terdapat tantangan dalam efisiensi anggaran, pihaknya optimis bahwa kualitas dan bimbingan yang terstruktur akan menjadi modal kuat dalam meraih sukses sebab pada kegiatan tersebut para narasumber nasional hadir memberikan pelatihan kepada mahasiswa dan dosen pembimbing, untuk memastikan proposal mampu bersaing di kancah nasional.
Lebih lanjut, Abdul Kadir Kamaluddin, SP., M.Si yang juga dosen pada Fakultas Pertanian Universitas Khairun, menjelaskan bahwa pendanaan dari Kemendiktisaintek sangat strategis dalam mendukung riset dan pengembangan usaha mahasiswa. Bahkan, beliau menaruh harapan besar agar pendanaan ini dapat meningkatkan Indikator Kinerja Utama (IKU) kampus serta membuka jaringan kemitraan usaha yang lebih luas.
“Ke depan, pengelola program, dosen pembimbing, dan mahasiswa diharapkan menjaga konsistensi dan semangat inovatif untuk terus mengembangkan usaha ini hingga berhasil pada tingkat nasional dan berkelanjutan”. Tutup Abdul Kadir Kamaluddin, SP., M.Si
Dengan lolosnya empat tim ini merupakan penanda bagi pencapaian penting yang mengokohkan posisi Unkhair sebagai kampus yang serius membina wirausahawan muda berbasis inovasi sehingga ke depan diharapkan, ide‑ide segar dan pengelolaan usaha yang matang mampu membawa dampak nyata bagi masyarakat dan industri. (Rus/Ans/Why)













