MAKASSAR, SULAWESI SELATAN (KabarPROFESIANA.co.id)- Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) menunjukkan komitmen serius dalam meningkatkan kualitas akademik dosen melalui Pelatihan Pembelajaran Transformatif yang digelar selama dua hari, Kamis–Jumat, 15–16 Januari 2026. Kegiatan ini menjadi langkah strategis FBS UNM dalam merespons tuntutan pendidikan tinggi di era perubahan cepat dan kompleks.
Sebanyak 60 dosen dari tiga jurusan, yaitu Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Jurusan Bahasa Inggris, dan Jurusan Bahasa Asing terlibat aktif sebagai peserta. Mayoritas peserta merupakan dosen muda yang diproyeksikan menjadi garda terdepan transformasi pembelajaran di lingkungan FBS UNM.
Pelatihan ini dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan I Bidang Akademik FBS UNM, Prof. Iskandar, S.Pd., M.Ed., Ph.D., yang menegaskan bahwa pembelajaran transformatif bukan sekadar pendekatan teknis, melainkan perubahan paradigma dalam pendidikan tinggi.
“Workshop ini kami selenggarakan sebagai wadah untuk memperkuat kapasitas dosen muda dalam menghadapi tantangan pendidikan abad ke-21. Pembelajaran transformatif menekankan perubahan cara berpikir, membangun kesadaran kritis, serta mendorong mahasiswa menjadi pembelajar sepanjang hayat,” ujar Prof. Iskandar, di Ruang Senat FBS UNM, Kamis (15/1/2026).
Lebih lanjut, Prof Iskandar menambahkan bahwa melalui pelatihan ini dosen diharapkan mampu menggali strategi pembelajaran yang inovatif dan kontekstual, mengembangkan keterampilan reflektif dalam proses mengajar, serta berperan sebagai agen perubahan yang menginspirasi mahasiswa untuk berpikir kritis, kreatif, dan memiliki daya saing global.
“Dengan semangat kebersamaan dan komitmen yang kuat, workshop ini menjadi langkah awal yang bermakna di tahun 2026 dalam membangun budaya akademik yang lebih progresif di lingkungan FBS UNM,” tegasnya.
Pelatihan ini menghadirkan empat narasumber nasional dari ISPI Sulawesi Selatan, yakni Prof. Dr. Suardi, S.Pd., M.Pd., Prof. Dr. Jusniar, S.Pd., M.Pd., Prof. Dr. Nensilianti, S.Pd., M.Hum., dan Dr. La Sunra, S.Pd., M.Hum. Keempatnya membekali peserta dengan pemahaman konseptual dan praktik pembelajaran transformatif yang berorientasi pada penguatan kesadaran kritis, refleksi pedagogis, serta inovasi pembelajaran berbasis kebutuhan zaman. (Den/Ans/Why)













