Kabar PROFESIANA.co.id, Makassar – Dalam pengusulan pembukaan program studi (prodi) di sebuah perguruan tinggi merupakan bagian dari menjawab tantangan zaman, membuka peluang kebutuhan lapangan kerja, dan pemenuhan kebutuhan masyarakat.
Hal itu ditegaskan Kepala Layanan Lembaga Pendidikan Tinggi (L2Dikti) Wilayah IX, Dr. Andi Lukman ketika membuka kegiatan Presentasi Usul Pembukaan Program Studi, Pendirian, dan Perubahan PTS via Zoom pada Kamis (8/4/2025) di depan tim pengusul dari Universitas Negeri Makassar (UNM), STIKES Tanawali Takalar, Universitas Muslim Buton, Universitas Muhammadiyah Bulukumba, Universitas Mandala Waluya, dan Universitas Islam Makassar.
Andi Lukman menambahkan, pembukaan prodi harus mendukung visi pendidikan tinggi ke depan, mendukung pembangunan nasional, pemerataan akses pendidikan, dan pemenuhan tenaga kerja di dunia usaha dan dunia industri (Dudi).
Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Negeri Makassar (FBS UNM) yang mendapat giliran presentasi pada sesi ketiga turut dihadiri dekan, para wakil dekan, kaprodi Pendidikan Bahasa Arab, para dosen, dan tim kerja.
Dekan FBS UNM, Prof.Dr. Anshari, M.Hum. dalam sambutan singkat menyampaikan dasar pemikiran diusulkan Prodi Sastra Arab, yaitu: pertama, FBS UNM sudah memiliki Prodi Pendidikan Bahasa Arab (PBA). Prodi yang diusulkan merupakan pengembangan Prodi PBA.
Kedua, Prodi PBA memiliki sumber daya dosen alumni Sastra Arab, doktor dan magister dari berbagai perguruan tinggi, termasuk lulusan luar negeri.
Ketiga, Prodi Sastra Arab diperlukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terkait kompetensi berbahasa Arab. Prodi ini bisa memberi keahlian menjadi diplomat terutama di kawasan Asia Barat dan Afrika, penerjemahan bahasa Arab, pekerja profesional di perusahaan-perusahaan Arab, pemandu/pembimbing ibadah haji/umrah, dan wirausaha di bidang usaha travel haji/umrah.
Keempat, Prodi PBA telah memiliki dan menjalin kerja sama dengan Arab Saudi serta memiliki Gedung Pusat Bahasa Arab yang diperoleh dari hibah Arab Saudi.
“Saya berharap prodi Sastra Arab dimudahkan dan dilancarkan prosesnya sehingga segera terbit izin operasionalnya,” harap Prof. Anshari.













