TERNATE, MALUKU UTARA (Kabar PROFESIANA.co.id) – Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Khairun (Unkhair) Ternate sukses menyelenggarakan Webinar Nasional bertajuk “Inovasi Integrasi Teknologi dan Pedagogi dalam Pengembangan Bahan Ajar” pada Sabtu (20/9/2025). Kegiatan ini digelar secara daring melalui ruang virtual Zoom Cloud Meeting dan diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Hadir sebagai narasumber, Prof. Dr. Ruslan, M.Pd., Dekan FKIP Universitas Sulawesi Barat, yang membawakan materi tentang Pengembangan Bahan Ajar Berbasis RPS, serta Prof. Dr. Lu’mu Taris, M.Pd., Guru Besar Bidang Teknologi Universitas Negeri Makassar, yang mengulas topik Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam Pengembangan Bahan Ajar.
Kegiatan diawali dengan sambutan Ketua Jurusan Pendidikan IPS FKIP Unkhair, Dr. Rusman Rasyid, S.Pd., M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menegaskan relevansi tema webinar dengan kebutuhan pendidikan di era Revolusi Industri 4.0 dan menuju Society 5.0.
“Pendidikan saat ini tidak lagi hanya menekankan transfer pengetahuan, tetapi juga bagaimana membangun keterampilan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi. Dalam konteks inilah teknologi dan pedagogi harus bersinergi, sehingga menghasilkan pembelajaran yang tidak hanya efektif tetapi juga bermakna, kontekstual, serta adaptif terhadap perubahan zaman,” ujar Dr. Rusman.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa pandemi COVID-19 beberapa tahun lalu telah mempercepat transformasi digital di dunia pendidikan. Namun, transformasi tersebut belum berhenti.
“Pembelajaran jangan sekadar berbasis teknologi, tetapi harus berorientasi pada peningkatan kualitas pendidikan. Melalui webinar ini, saya berharap lahir gagasan, pengalaman, dan strategi inovatif yang dapat menjadi inspirasi bagi dunia pendidikan di Indonesia,” imbuhnya.
Acara webinar secara resmi dibuka oleh Wakil Dekan II FKIP Universitas Khairun, Dr. Ir. Muliadi, M.Si., yang menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan akademik ini.
“Webinar ini adalah langkah penting dalam memperkaya wawasan akademik dan memperkuat kapasitas dosen serta mahasiswa. Tema yang diangkat sangat kontekstual, karena dunia pendidikan tidak bisa lagi dipisahkan dari perkembangan teknologi. Integrasi keduanya akan menjadi kunci dalam mencetak generasi yang unggul dan adaptif,” ujar Dr. Muliadi.
Ia juga menekankan pentingnya konsistensi dalam menghadirkan kegiatan akademik yang visioner.
“Saya berharap kegiatan semacam ini tidak hanya berhenti pada diskusi, tetapi juga menghasilkan jejaring, kolaborasi, dan tindak lanjut nyata dalam pengembangan bahan ajar di perguruan tinggi,” tambahnya.
Sementara itu, Prof. Dr. Ruslan, M.Pd. dalam pemaparannya menekankan pentingnya penyusunan bahan ajar yang berbasis pada Rencana Pembelajaran Semester (RPS).
“RPS adalah ruh dari proses pembelajaran. Jika dosen mampu mengembangkan bahan ajar yang sesuai dengan RPS, maka pembelajaran akan lebih terarah, terukur, dan memberi dampak nyata pada capaian pembelajaran mahasiswa,” ungkap Prof. Ruslan.
Ia juga mengingatkan bahwa pengembangan bahan ajar berbasis RPS harus memperhatikan aspek kontekstualitas dan kebutuhan mahasiswa.
“Bahan ajar tidak boleh hanya bersifat formalitas administrasi. Ia harus hidup, relevan dengan kebutuhan zaman, dan mampu membangun kompetensi mahasiswa secara komprehensif,” lanjutnya.
Adapun Prof. Dr. Lu’mu Taris, M.Pd. menyoroti peran besar teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam memudahkan guru dan dosen merancang pembelajaran yang lebih inovatif.
“AI bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan. Dengan pemanfaatan AI, pengembangan bahan ajar bisa lebih efisien, personal, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik di era digital,” jelas Prof. Lu’mu.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa integrasi AI dengan pedagogi harus tetap menempatkan nilai-nilai humanis dalam pembelajaran.
“Teknologi memang membantu, tetapi jangan sampai menggeser peran pendidik sebagai pembimbing utama. Keseimbangan antara inovasi teknologi dan pendekatan humanis adalah kunci pendidikan masa depan,” tegasnya.
Webinar ini berlangsung interaktif, diwarnai sesi diskusi dan tanya jawab yang dinamis antara narasumber dan peserta. Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir pemikiran-pemikiran segar yang dapat mendorong transformasi pembelajaran di Indonesia menuju arah yang lebih inovatif, humanis, dan transformatif. (Rus/Ans/Why)













