MAKASSAR, SULAWESI SELATAN (Kabar PROFESIANA.co.id) – Sesungguhnya, mahasiswa dan siapa saja yang mengunjungi perpustakaan, bukan karena buku, melainkan suasana yang nyaman. Karena itu, pustakawan dan pengelola harus menciptakan rasa nyaman di perpustakaan.
Demikian disampaikan Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM), Prof.Dr. Karta Jayadi, M.Sn. ketika memberi sambutan pengarahan dihadapan peserta “Workshop Integrasi Perpustakaan,” pada Sabtu (26/7/2025) di Hotel Arthama Makassar.
Menurut Guru Besar Antropologi Seni itu, kehadiran perpustakaan harus mampu terstandar, menyajikan informasi benar, dapat dirujuk, dan koleksi pustaka yang dapat dijadikan sumber pengetahuan.
“Saya juga mengharapkan agar pengelola dan pustakawan terus mengingatkan kepada pengunjung tentang bahaya plagiat. Plagiasi adalah pelanggaran akademik yang dapat disanksi,” tegas mantan WR 2 UNM dua periode sebelum terpilih jadi Rektor UNM.
Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perpustakaan UNM, Dr. Ismarli Muis, M.Si., Psikolog menyatakan kegiatan workshop adalah upaya untuk mengintegrasikan perpustakaan di setiap unit fakultas dan pascasarjana sehingga terdapat sinkronisasi bahan pustaka.
“Ketika dilantik, saya bertanya ke Pak Rektor, apa yang bisa saya bantu. Pak Rektor mengatakan bikin perpustakaan UNM menjadi modern dan berbasis digital,” ungkap Dosen Fakultas Psikologi.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa workshop ini untuk meningkatkan SDM pustakawan, infrastruktur digital, mutu koleksi dan layanan, dan marketing.
Perpustakaan UNM, katanya lagi, telah menghadirkan dua platform, yaitu siip.UNM (Sistem Informasi Integrasi Perpustakaan) untuk pustakawan dan lib.unm.ac.id untuk pemustaka atau pengguna layanan.
Tampil sebagai pemateri pertama, Moh. Hasan, SH., MH. Pustakawan Ahli Utama DPK Provinsi Sulawesi Selatan dengan judul materi; ” Kebijakan dan Dukungan Pemerintah Daerah Sulawesi Selatan Terhadap Perpustakaan Perguruan Tinggi.”
Menurut Hasan Sijaya, ada dua masalah utama perpustakaan, yaitu akreditasi dan SDM dan infrastruktur. Pemprov Sulsel berkomitmen dalam pengembangan infrastruktur, peningkatan kualitas pustakawan, dan pengadaan bahan pustaka.
“Perpustakaan daerah juga senantiasa dapat bekerja sama dengan perpustakaan perguruan tinggi, termasuk memfasilitasi biaya dan tempat bedah buku dosen,” pungkasnya.
Hadir dalam pembukaan workshop, yaitu para wakil rektor, dekan dan direktur pascasarjana, dan kepala biro. Jumlah peserta sebanyak 45 orang. (Ans/Why)













