MAKASSAR, SULAWESI SELATAN (Kabar PROFESIANA.co.id) — Dalam mewujudkan visi pendidikan bermutu untuk semua, sesuai Program Asta Cita keempat dari Presiden Prabowo, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen) telah mencanangkan berbagai program prioritas, terutama perbaikan fasilitas pembelajaran.
Hal itu disampaikan Mendikdasmen, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed. dalam orasi ilmiah pada Upacara Peringatan Diesnatalis ke-64 Universitas Negeri Makassar (UNM), Sabtu (2/8/2025), di Ballroom Teater Lantai 2 Gedung Menara Pinisi yang turut dihadiri Gubernur Sulawesi Selatan, Tamsil Linrung senator DPD RI, Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Walikota Makassar, Walikota Makassar, Kapolrestabes Makassar, Bupati Gowa, Forkopimda, mitra kerja UNM, dan civitas akademika UNM.
Alumni Flinders University Australia itu memaparkan program prioritas, seperti pelatihan guru Bimbingan dan Konseling, STEM (Sains, Teknologi, Engenering, Matematika), Koding dan Artifisial Intelegensi (AI), pembelajaran mendalam (deep learning).
“Untuk mengakselarasi program itu, perguruan tinggi menjadi mitra, termasuk UNM yang terus berkontribusi dalam kegiatan pelatihan. Kemdikdasmen sebagai user penerima dan pengguna lulusan perguruan tinggi. Karena itu, kampus harus jadi pusat ilmu dan peradaban,” tegas Prof. Abdul Mu’ti.
Selain itu, lanjut Ketua DPP Muhammadiyah, Kemdikdasmen mengedepankan progran digitalisasi pendidikan dan pembelajaran, sarana dan prasarana modern dan maju, serta pengadaan smart class room.
Menurut Mendikdasmen, kampus harus berdampak, hadir di masyarakat, dan semangat membina ilmu. Riset mesti berdampak. Kampus harus menghasilkan ide baru untuk mewujudkan pendidikan untuk semua.
“Pelatihan guru STEM suatu keniscayaan di tengah sepi peminat prodi STEM. Sejak dini di SD, matematika, koding dan AI akan diperkenalkan. Sejak awal, anak diajak cinta teknologi dan saleh dalam menggunakan teknologi. Di samping itu, pendidikan harus dekat dengan lingkungan dan budaya anak didik,” pungkas Prof. Abdul Mu’ti.
Gubernur Andi Sudirman Sulaiman dalam sambutannya menyampaikan program fisik dan nonfisik di bidang pendidikan, seperti perbaikan sarana dan prasarana sekolah, sekolah digital, dan sekolah smart board. Program literasi kitab suci, pembelajaran bahasa Inggris dan bahasa Arab di sekolah, dan memberdayakan alumni LPDP menjadi guru.
“Selama ini, Pemerintah Provinsi Sulsel telah bekerja sama dengan Universitas Hasanuddin (UNHAS) sebagai Center of Technology. Saya mengajak UNM bermitra sebagai Center of Education. Karena UNM adalah lembaga pencetak tenaga pendidik (guru dan dosen),” ajak Adik Kandung Mentan Andi Amran Sulaiman.
Rektor UNM, Prof.Dr. Karta Jayadi, M.Sn. menyampaikan laporan tahunan di bidang pendidikan dan pengajaran (akademik), penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, kegiatan dan prestasi mahasiswa, dan jejaring kerja sama dalam negeri dan luar negeri. Fokus utama Prof. Karta Jayadi adalah pengadaan kelas terstandar.
“Saya mohon dukungan, doa, dan kerja samanya agar mampu mengantarkan UNM menjadi lebih baik, terdepan, dan unggul. Semoga kerja keras, kerja sama, dan optimisme dapat dipertahankan, dibina, dan dikembangkan. Sekali lagi, dengan tekad “Satu untuk UNM” dan menjadikan UNM lebih Humanis,” tutup Guru Besar Antropologi Seni.
Di akhir acara, Rektor UNM, Prof. Karta Jayadi mewakili Forum FIP-JIP se-Indonesia memberi sertifikat penghargaan kepada Mendikdasmen, Prof. Abdul Mu’ti sebagai tokoh pendidikan nasional. (Ans/Why)













