MAKASSAR, SULAWESI SELATAN (KabarPROFESIANA.co.id)- Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) kembali menegaskan posisinya sebagai simpul strategis pengembangan bahasa asing bertaraf internasional di Indonesia Timur. Melalui Program Studi Pendidikan Bahasa Jerman, FBS UNM menjalin kerja sama berkelanjutan dengan lembaga internasional Goethe-Institut Indonesien dalam pelaksanaan ujian sertifikasi bahasa Jerman tingkat A1 hingga B1.
Ujian sertifikasi tersebut digelar selama dua hari, 13–14 Januari 2026, bertempat di Laboratorium Bahasa FBS UNM, dengan durasi pelaksanaan sejak pukul 08.00 hingga 17.00 WITA. Seluruh rangkaian ujian diawasi langsung oleh tim penguji resmi Goethe-Institut Indonesien, memastikan kredibilitas dan validitas hasil ujian sesuai standar internasional.
Ujian bahasa Jerman ini mengacu pada Gemeinsamen Europäischen Referenzrahmen für Sprache (GER) atau Common European Framework of Reference for Languages (CEFR), standar global yang digunakan secara luas di Eropa dan dunia internasional. Sertifikat yang diperoleh peserta memiliki pengakuan resmi dan menjadi prasyarat penting untuk berbagai kebutuhan lintas negara.
Peserta ujian didominasi oleh masyarakat eksternal UNM yang tengah mempersiapkan keberangkatan ke Jerman. Tujuan mereka beragam, mulai dari pengembangan karier dan profesi sebagai tenaga kerja terampil, melanjutkan pendidikan dan mengikuti program Ausbildung, mengikuti program budaya Au-Pair, hingga pemenuhan persyaratan administratif integrasi keluarga, termasuk pernikahan dengan warga negara Jerman.
Ujian sertifikasi Goethe-Institut di FBS UNM dilaksanakan secara rutin dua kali dalam setahun, yakni setiap Januari dan Juli. Konsistensi ini menempatkan UNM sebagai mitra strategis sekaligus pusat ujian resmi bagi wilayah Sulawesi, sekaligus membuka akses yang lebih inklusif bagi masyarakat tanpa harus menempuh perjalanan ke kota-kota besar seperti Jakarta atau Surabaya.
Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Jerman FBS UNM, Abd. Kasim Achmad, S.Pd., M.Hum., menegaskan bahwa kolaborasi ini memiliki dampak langsung bagi peningkatan mobilitas internasional masyarakat.
“Kolaborasi ini merupakan langkah nyata UNM dalam mendukung mobilitas internasional masyarakat, baik untuk keperluan akademik maupun profesional di Jerman,” ujarnya.
FBS UNM menegaskan bahwa pihaknya tidak hanya berperan sebagai institusi akademik, tetapi juga sebagai jembatan global yang menghubungkan kompetensi kebahasaan, peluang pendidikan, dan pasar kerja internasional bagi masyarakat Indonesia, khususnya di kawasan timur. (Den/Ans/Why)













