TERNATE, MALUKU UTARA (Kabar PROFESIANA.co.id) — Suasana laboratorium SMAN 5 Kota Ternate tampak berbeda pada 9–10 September 2025. Selama dua hari, ruang belajar yang biasanya diisi aktivitas praktikum siswa, kini menjadi pusat kolaborasi nasional antara akademisi, guru, dan siswa dalam sebuah kegiatan pengabdian masyarakat bertema “Hilirisasi Keilmuan Kimia, Agromaritim, dan Percobaan Kimia Aplikatif dalam Meningkatkan Pembelajaran Sains Lingkungan Pesisir.”
Kegiatan ini merupakan inisiatif kolaborasi enam universitas dari wilayah Jawa Barat dan Maluku–Maluku Utara, melibatkan para akademisi dari bidang kimia dan ilmu kelautan. Dari wilayah Jawa Barat hadir perwakilan dari FMIPA Institut Teknologi Bandung (Dr. Muhammad Yudhistira Azis, M.Si), Fakultas Sains dan Informatika UNJANI (Dr. Arie Hardian, M.Si), Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Gunung Djati Bandung (Eko Prabowo Hadisantoso, S.Pd., M.Pkim), serta Fakultas Pendidikan MIPA Universitas Pendidikan Indonesia (Prof. Dr. rer.nat. Ahmad Mudzakir). Sementara dari wilayah Maluku dan Maluku Utara hadir akademisi dari Universitas Khairun (Dr. Ir. Muliadi, M.Si; Prof. Dr. Eng. Muhammad Amin, M.Eng; dan Halikuddin Umasangaji, Ph.D) serta Universitas Pattimura (Dr. Serly J. Sekewael, M.Si).
Didukung oleh Himpunan Kimia Indonesia (HKI) Cabang Jawa Barat–Banten dan Maluku–Maluku Utara, kegiatan ini menghadirkan pelatihan bagi 20 guru MGMP Kimia dan 40 siswa SMA se-Kota Ternate. Pelaksanaan dilakukan secara hybrid, menggabungkan sesi tatap muka dan daring, serta berlangsung paralel antara pelatihan guru dan siswa.
Selama dua hari, para peserta mendapatkan materi dan praktik langsung sesuai bidang keahlian narasumber. Topik yang diangkat mencakup konsep agromaritim dan pencemaran mikroplastik di perairan Maluku Utara, implementasi nanomaterial dan instrumentasi analitik berbasis kromatografi, pembahasan miskonsepsi ikatan kimia, serta eksperimen kimia lingkungan pesisir. Selain itu, peserta juga diajak melakukan pelatihan kimia komputasi menggunakan Chemsketch, praktik pembuatan sabun dan penyaringan air sederhana, hingga pengukuran polutan berbahaya pada sampel air.
Kegiatan ini bukan hanya berorientasi pada peningkatan keterampilan praktis, tetapi juga memperkuat pemahaman konseptual peserta terhadap kimia sebagai ilmu yang berperan dalam menjawab persoalan lingkungan di wilayah pesisir.
Kepala SMAN 5 Kota Ternate, Dra. Difa Fara, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai, pelatihan ini memberikan inspirasi baru bagi guru dan siswa untuk lebih mencintai sains.
“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi program berkelanjutan dan bersinergi dengan Dinas Pendidikan. Kegiatan ini sangat bermanfaat dalam meningkatkan motivasi dan kemampuan guru serta siswa, khususnya di bidang kimia,” ujarnya.
Sementara itu, Dr. Ir. Muliadi, M.Si, selaku Ketua HKI Cabang Maluku–Maluku Utara dan Wakil Dekan II FKIP Universitas Khairun, mengungkapkan bahwa kegiatan ini menjadi wujud nyata sinergi akademik lintas wilayah.
“Kolaborasi ini menunjukkan semangat kebersamaan akademisi dari Barat hingga Timur Indonesia untuk membangun kompetensi guru dan siswa. Ini bagian dari kontribusi nyata himpunan profesi kimia bagi masyarakat,” tuturnya.
Hal senada disampaikan oleh Dr. Muhammad Yudhistira Azis, Ketua HKI Cabang Jawa Barat–Banten, yang menilai kegiatan ini sebagai langkah strategis untuk pemerataan mutu pendidikan kimia di Indonesia.
“Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan, melainkan gerakan bersama untuk pemerataan kompetensi guru dan siswa dalam memahami serta mengimplementasikan ilmu kimia dalam konteks lokal. Ini juga memperkuat jejaring komunikasi antara akademisi dan praktisi pendidikan di seluruh Indonesia,” ujarnya.
Antusiasme peserta terlihat jelas selama kegiatan berlangsung. Guru-guru menyambut baik pendekatan pembelajaran yang aplikatif, sedangkan para siswa tampak antusias mencoba eksperimen kimia yang dikaitkan langsung dengan lingkungan mereka. Sebagai penutup, para akademisi juga memberikan motivasi dan promosi pendidikan tinggi, serta membagikan buku Spektra 105 berisi kisah inspiratif alumni kimia ITB sebagai bentuk dorongan agar para siswa terus menumbuhkan semangat belajar sains.
Melalui kolaborasi nasional ini, semangat “dari laboratorium untuk masyarakat” terasa nyata. Sinergi antara universitas, guru, dan siswa bukan hanya menumbuhkan pengetahuan, tetapi juga membangun harapan bahwa ilmu kimia dapat terus berkembang sebagai bagian dari solusi bagi keberlanjutan lingkungan dan masa depan pendidikan di wilayah kepulauan Indonesia Timur. (Rus/Ans/Why)













