MAKASSAR, SULAWESI SELATAN (KabarPROFESIANA.co.id)- Terpilihnya kembali Prof Jamaluddin Jompa, akrab disapa JJ, sebagai Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) periode 2026–2030 menegaskan kuatnya konsolidasi politik kampus di tubuh universitas terbesar di Indonesia Timur tersebut.
Pada pemilihan rektor yang berlangsung di Kampus Unhas Jakarta, Rabu (14/1/2026), Jamaluddin Jompa meraih 23 suara, meninggalkan jauh dua pesaingnya, Prof Budu yang hanya memperoleh satu suara dan Prof Sukardi yang tidak mendapatkan dukungan suara. Hasil ini mencerminkan legitimasi politik yang solid sekaligus minimnya fragmentasi dukungan di tingkat pengambil keputusan.
Kemenangan mutlak tersebut memperpanjang kepemimpinan Jamaluddin Jompa untuk periode kedua, sekaligus memperlihatkan keberhasilan membangun basis dukungan yang kuat selama masa jabatan pertamanya. Dukungan yang nyaris tanpa tanding ini menjadi sinyal bahwa arah kebijakan dan gaya kepemimpinan JJ diterima secara luas oleh pemangku kepentingan internal Unhas.
Usai pemilihan, JJ menegaskan bahwa hasil Pilrek tidak dapat dibaca sebagai kemenangan personal, melainkan sebagai kemenangan institusi. Pernyataan ini sekaligus menjadi pesan rekonsiliasi politik pasca-kontestasi.
“Ini bukan kemenangan individu, tetapi kemenangan Universitas Hasanuddin,” ujarnya.
JJ juga merespons dinamika yang mengiringi proses pemilihan rektor dalam beberapa bulan terakhir. Menurutnya, perbedaan pandangan dan kompetisi adalah bagian dari mekanisme pengujian kepemimpinan dalam tradisi akademik.
“Dinamika itu harus dilihat sebagai proses pendewasaan dan penguatan pemimpin,” katanya.
Dalam konteks politik kampus, pernyataan tersebut dibaca sebagai upaya meredam potensi resistensi sekaligus mengajak seluruh elemen kembali dalam satu barisan kekuasaan institusional.
Ia turut memberikan penghargaan kepada para kandidat lain, Prof Budu dan Prof Sukardi, yang dinilainya berkontribusi dalam menjaga kualitas kontestasi. Gestur ini menegaskan upaya JJ untuk menutup kontestasi dengan narasi inklusif dan konsolidatif.
Terpilihnya kembali Jamaluddin Jompa memperlihatkan arah politik kampus Unhas yang cenderung stabil dan terkonsolidasi. Dengan legitimasi suara yang nyaris bulat, JJ kini memasuki periode kedua dengan ruang gerak politik yang lebih leluasa untuk mengamankan keberlanjutan agenda strategis, memperkuat kendali tata kelola, serta menata ulang relasi kekuasaan di lingkungan universitas.(Den/Ans/Why)













