Pendidikan Berkualitas untuk Kebangkitan Bangsa

- Penulis

Selasa, 20 Mei 2025 - 15:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dalam rangka mewujudkan pendidikan berkualitas (bermutu) dan merata, pada tanggal 2 Mei 2025 bertepatan Hari Pendidikan Nasional, Presiden Prabowo meluncurkan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC). Program ini menjadi strategi besar pemerintah untuk mewujudkan pendidikan bermutu dan merata. (Dikutip dari Rilis Berita Humas Sekretariat Kabinet RI dipublikasikan 2 Mei 2025)

Untuk mengurangi kesenjangan dan pemerataan, terutama di sekolah-sekolah tiga T (terpencil, tertinggal, terluar) yang mengalami kesulitan memeroleh bahan dan guru yang ahli, pemerintah mencanangkan digitalisasi dan penguatan infrastruktur infrastruktur pendidikan. Presiden Prabowo berharap program ini akan mempercepat pemerataan kualitas pendidikan di seluruh penjuru tanah air dan membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul.

PTHC mencakup empat program, pertama, yaitu revitalisasi sebanyak 10.441 sekolah tahun 2025 dengan anggaran sekitar 16,9 triliun untuk perbaikan sekolah. Kedua, digitalisasi pendidikan menggunakan smart board atau papan pintar yang akan didistribusikan 15 ribu papan interaktif tahun 2025 dan membantu guru dalam menjelaskan materi pelajaran dan media pembelajaran.

Program ketiga, bantuan tunai sebesar Rp 300 ribu tiap bulan untuk guru honerer non-ASN. Program terakhir, memberikan bantuan dana pendidikan bagi guru yang belum menamatkan pendidikan sarjana atau diploma 4. (Diakses di laman www.tempo.co pada 19/5/2025)

Baca Juga :  Unismuh Makassar Jadi Tuan Rumah Kamp Inklusif Penulisan Artikel Ilmiah Internasional, Bakal Dihadiri Wamendiktisaintek Stella Christie

Mencermati PHTC Presiden Prabowo menunjukkan keseriusan pemerintah dalam membenahi infrastruktur dan guru untuk menghasilkan pendidikan berkualitas. Prabowo menegaskan tidak mungkin kita menjadi negara sejahtera dan maju, kalau pendidikan kita tidak baik dan tidak berhasil.

Selain PHTC, Presiden Prabowo juga menggagas Sekolah Rakyat dengan penanggung jawab Kementerian Sosial (Kemensos). Sekolah Rakyat bertujuan menyediakan pendidikan gratis dan berkualitas bagi anak-anak yang berasal dari keluarga tidak mampu guna memutus mata rantai kemiskinan.

Menteri Sosial, Saifullah Yusuf yang akrab disapa Gus Ipul melaporkan, hingga saat ini sudah terdapat 53 lokasi yang siap menyelenggarakan Sekolah Rakyat dan akan dimulai paling cepat pada Juli 2025 terutama di daerah yang sudah siap infrastruktur dan penunjangnya.

Setiap tanggal 20 Mei diperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas). Dari perspektif sejarah kebangkitan nasional Indonesia, pendidikan sangat berperan penting dalam mencetak generasi yang layak dan kompeten memimpin perjuangan kemerdekaan dan membangun negara. Berdirinya Boedi Oetomo (1908) sebagai organisasi yang menjadi cikal bakal gerakan kebangkitan nasional. Tokoh kunci adalah Wahidin Soedirohoesodo, Soetomo, Ki Hajar Dewantara, Douwes Dekker, Tjipti Mangoenkoesomo, dan Muhammad Yamin.

Baca Juga :  Beasiswa Pelatihan Pra-Doktoral PDCP Kemdiktisaintek untuk Dosen Tahun 2025, Dibuka Mulai 20 Juli s.d. 15 Agustus 2025

Ideologi yang melandasi Kebangkitan Nasional adalah nasionalisme, yaitu rasa cinta dan kesadaran akan kebangsaan, serta semangat untuk memperjuangkan kemerdekaan dan persatuan bangsa. Kebangkitan Nasional bukan hanya semangat politik, melainkan juga kesadaran kolektif dan semangat perjuangan untuk merdeka.

Pendidikan berkualitas adalah fondasi utama dan penting untuk kebangkitan bangsa. Sebagaimana ditegaskan Presiden Prabowo, pendidikan akan sejahtera dan nahu, kalau pendidikan kita baik dan berhasil. Pendidikan yang baik dan berhasil mampu menciptakan sumber daya manusia yang kompeten, inovatif, dan siap menghadapi tantangan di masa depan sehingga mendorong kemajuan dan pembangunan bangsa.

PHTC dan Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo merupakan substansi dan esensi dari perjuangan Kebangkitan Nasional di era sekarang ini. Pemerataan pendidikan, peningkatan infrastruktur pendidikan, pemenuhan kesejahteraan guru, dan pembiayaan pendidikan gratis bagi orang miskin merupakan bagian dari menjaga persatuan dan memperjuangkan kemerdekaan.

Makassar, 20 Mei 2025
Penulis : Anshari, Redaktur Eksekutif

Berita Terkait

Bahasa Indonesia Mendunia: Bahasa Resmi ke-10 UNESCO, Diajarkan di 57 Negara, dan Faktor Penentu Bahasa Internasional
Wawancara Doorstep dan Gaya Komunikasi Pejabat Publik
Efek Domino, Main Domino
Polisi Jujur ala Gus Dur, Jenderal Hoegeng Sosok Polisi Teladan
MSIB dan MB, Serupa Tapi Tak Sama
Mencari Kebenaran di Ruang Media Sosial
Sosiologi Kurban
“9 Naga” versus “9 Haji”

Berita Terkait

Kamis, 30 Oktober 2025 - 11:40 WIB

Bahasa Indonesia Mendunia: Bahasa Resmi ke-10 UNESCO, Diajarkan di 57 Negara, dan Faktor Penentu Bahasa Internasional

Sabtu, 20 September 2025 - 08:03 WIB

Wawancara Doorstep dan Gaya Komunikasi Pejabat Publik

Kamis, 11 September 2025 - 14:52 WIB

Efek Domino, Main Domino

Selasa, 1 Juli 2025 - 12:25 WIB

Polisi Jujur ala Gus Dur, Jenderal Hoegeng Sosok Polisi Teladan

Selasa, 17 Juni 2025 - 12:58 WIB

MSIB dan MB, Serupa Tapi Tak Sama

Berita Terbaru