MAKASSAR, SULAWESI SELATAN (KabarPROFESIANA.co.id)– Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar acara Ramah Tamah yang sarat makna, sebagai bentuk apresiasi dan penghormatan terhadap para lulusan, civitas akademika, serta seluruh pihak yang telah mengukir prestasi bersama.
Acara ini berlangsung di Golden Lily Hotel C Four Points by Sheraton Hotel, Makassar pada Rabu, 20 Agustus 2025. Tampak suasana diselimuti dengan rasa kekeluargaan, diwarnai dengan rasa bangga sekaligus harapan besar bagi para lulusan yang siap melangkah ke jenjang kehidupan berikutnya. Momentum ini bukan hanya perayaan kelulusan, tetapi juga ajang menanamkan kembali nilai-nilai penting tentang ilmu, kerja keras, dan tanggung jawab sosial.
Rektor UNM yang diwakili Wakil Rektor Bidang Akademik Prof.Dr.Hj. Andi Aslinda, M.Si. menyampaikan, sistem akademik tahap demi tahap akan dibenahi dan disempurnakan sehingga dapat meminimalisasi terjadinya kendala dalam penyelesaian studi mahasiswa.
Prof. Andi Aslinda menegaskan, saat ini sistem akademik mendapat masalah, termasuk adanya jual-beli nilai. Namun, berkat kerja keras, semakin dipersempit ruang gerak bagi oknum yang ingin meretas sistem akademik.
“Kita berharap mahasiswa angkatan 2019 dapat diberi penanganan dini agar dapat dibantu. Mahasiswa yang bisa dibantu, mohon dibantu sesuatu peraturan akademik yang berlaku,” pinta Prof. Andi Aslinda.
Sementara itu, dalam sambutannya, Dekan FBS UNM, Prof. Dr. Anshari, M.Hum., menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas capaian yang diraih oleh para lulusan. Menurutnya, keberhasilan yang dirasakan saat ini merupakan bukti nyata dari ketekunan, sinergi, dan pengorbanan yang dilakukan oleh mahasiswa, dosen, serta seluruh elemen fakultas.
“Hari ini adalah bukti kerja keras Anda. Lanjutkanlah ke jenjang berikutnya, sebab nilai kehidupan tidak bisa dibeli, hanya bisa ditanam melalui ilmu yang terus kita gali,” ujar Prof. Anshari dalam pidatonya yang disambut tepuk tangan meriah oleh para lulusan FBS UNM yang berjumlah 80 orang.
Tidak berhenti sampai di situ, Prof. Anshari juga memberikan pesan mendalam agar para lulusan tidak cepat berpuas diri. Menurutnya, pendidikan adalah perjalanan panjang yang tidak memiliki titik akhir.
“Jangan puas hanya sampai di titik ini. Pendidikan adalah tangga tanpa ujung, dan setiap anak tangganya tidak bisa dibeli dengan uang, melainkan ditempuh dengan usaha dan doa,” tegasnya.
Prof. Anshari menekankan bahwa dunia saat ini menuntut individu untuk memiliki kompetensi yang kuat, etika yang kokoh, serta wawasan luas agar mampu bersaing di era global. Ilmu pengetahuan bukan sekadar bekal akademik, tetapi juga fondasi nilai moral yang akan membentuk karakter dan integritas.
“Ilmu bukan hanya untuk mencari pekerjaan, tetapi untuk menghidupkan nilai-nilai yang bermanfaat bagi diri sendiri dan masyarakat. Jangan pernah berhenti belajar, karena tantangan zaman semakin kompleks,” tambahnya.
Lebih lanjut, Prof. Anshari juga mengajak seluruh lulusan untuk menjadi agen perubahan di tengah masyarakat. Dengan modal ilmu, keterampilan, dan karakter yang telah dibentuk selama masa studi, lulusan diharapkan mampu menghadirkan solusi, inovasi, dan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa.
“Jadilah duta ilmu dan budaya. Dimanapun Anda berada, bawalah nama baik fakultas ini dengan prestasi dan sikap yang membanggakan,” pesannya.
Rangkaian acara ramah tamah ini diisi dengan prosesi penyerahan penghargaan kepada lulusan terbaik dari berbagai program studi, sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras mereka.
Diadakan juga sesi foto bersama menjadi penutup yang sarat makna, menggambarkan kebersamaan yang telah terjalin selama ini antara mahasiswa, dosen, dan seluruh civitas akademika FBS UNM. Banyak momen haru dan tawa yang mewarnai acara ini, menandai akhir dari satu perjalanan dan awal langkah menuju masa depan yang lebih luas.
Acara ramah tamah ini menjadi bukti bahwa keberhasilan bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan panjang untuk terus belajar, berkontribusi, dan menginspirasi. (Den/Ans/Why)













