MAKASSAR, SULAWESI SELATAN (Kabar PROFESIANA.co.id) — Tidak terasa Pelaksana Harian (Plh.) Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM), Prof.Dr. Farida Pattinggi, S.H., M.Hum. sudah memasuki bulan ketiga melaksanakan amanah dan kali kedua memimpin pelaksanaan wisuda program sarjana, magister, dan doktor.
Wisuda kedua yang dipimpin, yaitu Wisuda Tahun Akademik 2025/2026 Periode Januari 2026 pada Selasa, 13 Januari 2026, di Pelataran Gedung Menara Pinisi Kampus Gunungsari Baru.
Dari 1.000 orang lulusan yang wisuda diikuti Program Doktor 11 orang, Magister 79 orang, Sarjana 907 orang, dan Diploma Tiga 3 orang. Program Kependidikan 576 orang dan Non-Kependidikan 424 orang. Hingga sekarang jumlah lulusan IKIP/UNM 175.179 orang.
Dalam pidato Prof. Farida menyampaikan sembilan capaian dan tindak lanjut kebijakan selama menjalankan amanah sebagai Plh. Rektor UNM.
“Laporan ini saya sampaikan secara terbuka sebagai bentuk komitmen kita bersama untuk memastikan UNM tetap menjadi institusi yang aman, kredibel, berprestasi, dan bermartabat,” tegas Wakil Rektor III Bidang SDM, Alumni, dan Sistem Informasi Universitas Hasanuddin Makassar.
Kesembilan capaian dan tindak lanjut kebijakan berikut dikemukakan secara singkat.
1. Arah kepemimpinan 70 hari: menjaga stabilitas transformasi tatakelola yang lebih bermakna.
2. Menerapkan kepemimpinan yang membumi untuk memastikan layanan akademik dan administrasi tetap berjalan.
3. Penguatan integritas dan perlindungan kampus.
4. Kebijakan kemanusiaan: perlindungan mahasiswa terdampak bencana.
5. Percepatan zona integritas.
6. Penguatan akademik, riset, dan inovasi dan hilirisasi hasil riset berdampak.
7. Penguatan sarpras dan aksesibilitas kampus: peresmian Jalan UNM Parangtambung.
8. Capaian institusional menjelang akhir 2025.
9. UNM menuju kampus bereputasi global dan berdampak luas.
Prof. Farida berpesan kepada para wisudawan; “Setelah lepas dari kampus, wisudawan tidak berhenti karena sudah meraih gelar, melainkan memulai babak baru sebagai pembelajar sejati.”
Ia melanjutkan, dengan bekal ilmu yang diperkaya oleh pengalaman, kepekaan, etika dan kepedulian, wawasan terus bertumbuh menjadi probadi yang mampu memberi kontribusi nyata dengan mengubah pengetahuan dan ilmu menjadi tindakan, menghadirkan manfaat bagi lingkungannya.
“Di sanalah pendidikan menemukan maknanya. Teruslah belajar, karena belajar tidak mengenal batas waktu, tidak berhenti ketika telah menggenggam ijazah. Menuntut ilmu adalah ibadah dan menjadi perintah agama,” pungkasnya. (Ans/Why)













