MAKASSAR, SULAWESI SELATAN (Kabar PROFESIANA.co.id) – Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) di Lapangan Parkir FBS, Selasa (12/8/2025). Kegiatan ini dibuka langsung oleh Dekan FBS UNM, Prof. Dr. Anshari, M.Hum., yang memberikan arahan sekaligus motivasi kepada mahasiswa baru.
Prof. Anshari menegaskan bahwa PKKMB merupakan proses adaptasi mahasiswa terhadap lingkungan akademik dan sosial yang baru. Ia mengapresiasi semangat mahasiswa baru yang memilih untuk menuntut ilmu di FBS, seraya menyampaikan bahwa pihaknya tengah melakukan percepatan (akselerasi) dalam berbagai aspek pendidikan.
“Saya berharap adik-adik bisa kuliah dengan baik, menyelesaikan studi tepat waktu. Banyak anak bangsa yang ingin kuliah di FBS, tetapi terpaksa kami tolak karena keterbatasan ruang kelas, meskipun sudah ada pembelajaran luring dan daring,” ujarnya.
Menurutnya, UNM memiliki peran strategis dalam bersinergi membangun negeri. Oleh karena itu, mahasiswa FBS diharapkan tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga bijaksana dalam perilaku dan tutur kata, serta mampu mencerminkan nilai-nilai budaya Bugis-Makassar.
Prof. Anshari juga memberikan apresiasi atas kerja sama seluruh pihak yang membuat penyelenggaraan PKKMB tahun ini berbeda dari sebelumnya.
“Berkat kolaborasi semua pihak, kita bisa membuat format acara yang lebih modern dengan panggung yang luar biasa. Saya sendiri tidak pernah membayangkan sebelumnya,” tuturnya.
Pada kesempatan tersebut, pimpinan FBS UNM juga mendeklarasikan Zona Integritas sebagai tindak lanjut dari program Zona Integritas di tingkat universitas.
Upaya ini menjadi bagian dari proses menuju predikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) yang ditargetkan tercapai dalam lima tahun ke depan.
“Kami menekankan agar kegiatan akademik seperti seminar proposal dan ujian skripsi bebas dari praktik pemberian apapun kepada dosen. Apapun yang dibawa mahasiswa, tolong ditolak. Ini komitmen kita untuk membangun birokrasi yang bersih dan melayani,” tegas Prof. Anshari. (Ikb/Ans/Why)













