MAKASSAR, SULAWESI SELATAN (Kabar PROFESIANA.co.id)– Universitas Negeri Makassar (UNM) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan atlet muda di Indonesia. Melalui program Edukasi Manajemen Stres dan Kecemasan Kompetitif bagi Atlet Muda di Sulawesi Selatan, tim dosen UNM memberikan bekal penting bagi atlet dalam menghadapi tekanan kompetisi. Kegiatan ini terlaksana berkat dukungan Hibah Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) DPPM Kemdiktisaintek yang berlangsung, Sabtu 23 Agustus 2025.
Sebanyak 45 atlet muda dari berbagai cabang olahraga mengikuti kegiatan yang diketuai oleh Dr. Juhanis, S.Pd., M.Pd. (FIKK UNM) dengan anggota tim pengabdi Dr. Fatoni, S.Pd., M.Pd. (FIKK UNM) dan Dr. St. Zulaiha Nurhajarurahmah, S.Pd., M.Pd. (FMIPA UNM).
Untuk sesi awal terkait pembahasan pentingnya kesehatan mental bagi atlet dipaparkan langsung oleh Ketua tim, Juhanis yang menegaskan bahwa faktor mental sering kali menjadi penentu utama dalam dunia olahraga. “Kita melihat faktanya banyak atlet gagal bukan karena keterampilan teknis yang kurang, tetapi karena tidak mampu mengendalikan stres dan kecemasan di momen krusial. Melalui program ini, kami ingin membekali atlet muda Sulawesi Selatan agar memiliki mental yang lebih kuat,”ungkap Ketua Jurusan Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FIKK UNM ini.
Sementara berkaitan dengan materi interaktif dan praktis sebagai materi pertama dibawakan oleh Dr. Fatoni, S.Pd., M.Pd, sebagai anggota tim yang mengusung topik “Strategi Manajemen Stres untuk Atlet”. Ia menyampaikan teknik-teknik praktis, mulai dari latihan pernapasan, relaksasi otot, hingga strategi berpikir positif yang bisa langsung diterapkan dalam latihan maupun pertandingan. “Stres itu wajar, tetapi dengan strategi yang tepat, stres bisa menjadi energi positif untuk meningkatkan performa,” tegasnya.
Materi selanjutnya dipresentasikan Dr. St. Zulaiha Nurhajarurahmah, S.Pd., M.Pd., dengan tema “Psikologi Atlet”. Ia menekankan pentingnya kesadaran diri, motivasi intrinsik, serta dukungan sosial dalam membangun mental juara. Dengan tagline inspiratif “Sadar Kesehatan, Tangguh Mental, Ukir Prestasi”, ia mengajak atlet muda untuk menjadikan kesehatan mental sebagai pondasi prestasi berkelanjutan.
Suasana pelatihan dan antusiasme peserta saat kegiatan berlangsung sangat dinamis dan interaktif. Para atlet tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga terlibat dalam simulasi, latihan relaksasi, hingga sesi berbagi pengalaman. Banyak peserta yang mengaku baru pertama kali mendapatkan edukasi khusus mengenai manajemen stres.
Salah satu peserta, atlet cabang petanque, mengungkapkan kesannya: “Biasanya kami hanya fokus pada fisik dan teknik, tapi jarang sekali ada pelatihan tentang mental. Setelah ikut kegiatan ini, saya jadi tahu bagaimana cara mengendalikan pikiran ketika tegang di lapangan.
Program ini tidak berhenti sampai disini, tetapi juga diarahkan untuk membangun kesadaran jangka panjang. Tim pengabdi berharap adanya tindak lanjut berupa pendampingan mental bagi atlet muda di berbagai daerah di Sulawesi Selatan.
“Kami berharap para atlet bisa menerapkan materi ini dalam kehidupan sehari-hari, baik saat latihan maupun bertanding. Mental yang sehat dan tangguh akan melahirkan prestasi yang berkelanjutan,”kata Juhanis.
Dengan terlaksananya program ini, FIKK UNM semakin memperkuat perannya sebagai lembaga akademik yang tidak hanya fokus pada aspek pendidikan dan penelitian, tetapi juga berkontribusi nyata dalam pengabdian kepada masyarakat, khususnya dalam mendukung pembinaan atlet muda Indonesia yang berprestasi dan berkarakter kuat. (Why/Ans)













