Kabar PEOFESIANA.co.id – Makassar–Suatu kebanggaan bagi Universitas Negeri Makassar (UNM) karena mendapat kepercayaan dari pemerintah untuk menghasilkan guru profesional. Dalam hal ini, Program Studi Pendidikan Profesi Guru (Prodi PPG) UNM terus berkomitmen untuk mencetak guru profesional.
Hal itu disampaikan Plh. Rektor UNM, Prof.Dr. Hj. Andi Aslinda, M.Sn. ketika memberi pengarahan sekaligus membuka Orientasi Akademik PPG GT (Guru Tertentu) Piloting I Tahun 2025, Kamis (5/6/2025) via Virtual Zoom yang dihadiri Pimpinan UNM dan Pimpinan unit Fakultas/Pascasarjana.
“Prodi PPG UNM sangat luar biasa capaian kinerjanya karena setiap program selalu mendapat peserta yang banyak, apalagi ada 2 orang peserta guru dari luar negeri. Suatu prestasi hebat karena sudah internasionalisasi,” puji Wakil Rektor Bidang Akademik.
Prof. Andi Aslinda sangat memuji profesi guru karena guru memiliki peran strategis dan krusial. Strategis karena guru membentuk karakter siswa dan menjadi garda terdepan bagi pendidikan berkualitas. Krusial karena guru tidak sekadar menguasai materi tetapi dapat membimbing moral siswa.
Ketua Prodi PPG UNM, Dr. Tangsi, M.Sn. melaporkan, pelaksanaan orientasi akademik dilakukan serentak di seluruh pengelola 124 Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK).
Dalam orientasi ini, lanjut Dr. Tangsi, M.Sn., peserta diberi materi pengenalan profil UNM dan PPG, orientasi pembelajaran di ruang GTK, dan penggunaan administrasi dan akademik serta laporan pelaksanaannya.
Kata mantan Dekan FSD, jumlah kouta peserta sebanyak 10.090 orang dan hanya sebanyak 10.038 orang lapor diri. Sebanyak 53 orang mengundurkan diri. Dari jumlah lapor diri, dinyatakan 58 orang tidak perlu mendapat pembelajaran dan sisa menunggu uji komptesi sesuai dengan jadwal dari GTK.
Menariknya, tahun 2025 PPG Piloting I, ada dua orang guru dari luar negeri, yaitu Yuniarti, guru Bahasa Inggris mengajar di SD di Kota Jeddah dan Rahimah Rahim, guru Bahasa Inggris mengajar di SD di Malaysia. Peserta berasal dari 38 provinsi.
Sebelum ditutup acara pembukaan, ditayangkan video sambutan dan pengarahan dari Dirjen GTK, Prof. Dr. Nunuk Suryani, M.Pd. yang menekankan seorang guru profesional diharapkan menerapkan pembelajaran berkelanjutan, menguasai keterampilan dalam kehidupan, dan memiliki kekuatan dalam bekerja.
Lanjut dikatakan, pemerintah telah menetapkan kebijakan pemberian sertifikasi pendidik. Bagi Guru Tertentu (GT) langkah awal mengikuti PPG sebagai pengakuan dan bukti menyandang predikat guru profesional.
Akhir pidatonya, Prof. Nunuk Suryani menegaskan, pelatihan PPG GT tahun 2025 dilaksanakan selama dua bulan waktu pembelajaran dan semua dibiayai pemerintah dan tidak dipungut biaya. Karena itu, Dirjen GTK berharap dilaksanakan dengan efektif dan lancar. (Ans/Why)













