MAKASSAR, SULAWESI SELATAN (Kabar PROFESIANA.co.id) — Program doktor atau S3 adalah jenjang pendidikan tertinggi dalam dunia pendidikan. Mereka yang meraih gelar doktor dianggap telah menapaki puncak akademik dan menghasilkan mahakarya berupa disertasi. Karya ilmiah disertasi mensyaratkan adanya temuan baru atau novelty. Mereka yang bergelar doktor disematkan dengan nama mahaterpelajar.
Berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), tahun 2024 terdapat 69.209 lulusan S3 di Indonesia. Angka ini setara 0.02% dari total populasi penduduk Indonesia. Rasio doktor per juta penduduk, Indonesia hanya memiliki sekitar 143 doktor per satu juta penduduk. Malaysia memiliki 509 doktor per satu juta penduduk, Amerika Serikat memiliki 9.850 doktor per satu juta penduduk, dan Jepang memiliki 6.438 doktor per satu juta penduduk.
Jumlah doktor di Indonesia masih minim. Di perguruan tinggi, dari total dosen yang mencapai 303,67 ribu pada awal tahun 2025, baru 25% yang bergelar doktor. Karena itu, pemerintah dan perguruan tinggi berkomitmen meningkatkan jumlah doktor melalui berbagai program, seperti beasiswa Program Magister Menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU).
Sebagaimana dirilis sahabatpublikasi.id, data resmi Kemendagri mengungkap peta sebaran akademisi bergelar doktor. Jumlah lulusan S3 yang tinggi menunjukkan komitmen suatu daerah terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan kualitas sumber daya manusia.
Raihan 10 provinsi terbanyak yang menjadi lumbung intelektual, yaitu (1) Jabar sebanyak: 15.341, (2) Jatim: 8.605, (3) Jakarta: 7.553, (4) Jateng: 4.588, (5) DIY: 4.233, (6) Sulsel: 4.022), (7) Banten: 3.288, (8) Bali: 1.847, (9) Sumut: 1.820, dan (10) Sumbar: 1.641.
Sumber artikel dan foto tangkapan layar: sahabatpublikasi.id
(Ans/Why)













