MAJENE, SULAWESI BARAT (Kabar PROFESIANA.co.id) – Auditorium Mini Universitas Sulawesi Barat (UNSULBAR) dipadati mahasiswa yang antusias mengikuti Sarasehan Budaya bertajuk “Menjaga Warisan, Merancang Masa Depan Budaya Sulawesi Barat: Peran Mahasiswa dan Gen Z dalam Mengaktualisasikan Nilai Sipa’ Mandar untuk Pemajuan Kebudayaan Lokal.”
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Dr. Evy Segarawati Ampry, S.Pd., M.Pd. selaku Ketua Pelaksana, didukung oleh Prodi PGSD UNSULBAR dan komunitas ESA Squad, serta difasilitasi oleh Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XVIII.
Acara diawali dengan pembukaan resmi, menyanyikan Lagu Indonesia Raya, dan doa bersama. Selanjutnya, sesi pemaparan narasumber menghadirkan Thamrin, S.Pd., M.Pd. (Pemantik 1) dan Dr. Evy Segarawati Ampry (Pemantik 2) yang memantik diskusi seputar nilai-nilai luhur Sipa’ Mandar—sirondo-rondoi (gotong royong), siamasei (saling menghargai), sianuang pa’mai (saling menyayangi), serta siri’ (menjaga kehormatan).
Diskusi interaktif dan Focus Group Discussion (FGD) menjadi ruang bagi mahasiswa Gen Z untuk menyampaikan pandangan serta merumuskan rekomendasi kebudayaan. Hasil diskusi ini dirangkum sebagai masukan strategis yang dapat diadopsi oleh pemerintah daerah, lembaga pendidikan, maupun komunitas lokal.
Selain diskusi, acara ini juga menampilkan video storytelling tradisi lisan Mandar yang memadukan nuansa modern, sehingga semakin dekat dengan generasi muda.
Dalam sambutannya, Dr. Evy menekankan bahwa mahasiswa dan Gen Z harus menjadi motor penggerak pemajuan kebudayaan. “Nilai-nilai Sipa’ Mandar bukan hanya warisan, tetapi juga pedoman hidup yang relevan untuk membentuk karakter generasi masa depan,” ujarnya.
Kegiatan yang diikuti oleh kurang lebih 200 mahasiswa PGSD UNSULBAR ini ditutup dengan penyampaian rumusan rekomendasi dan dokumentasi akhir. Para peserta berharap agar kegiatan seperti ini terus dilaksanakan untuk memperkuat identitas budaya di tengah arus globalisasi. (Rls/Ans/Why)













