TERNATE, MALUKU UTARA (Kabar PROFESIANA.co.id) – Program Studi Pendidikan Geografi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Khairun (Unkhair) Ternate kembali mengukuhkan komitmennya dalam memperkuat kolaborasi internasional dengan menggelar kuliah tamu bertema “Pendidikan STEAM Sebagai Strategi Mencetak Generasi Inovatif dan Humanis”. Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Mini FKIP Unkhair Ternate ini menghadirkan narasumber internasional, Dr. Faszly Rahim, dosen dari Universitas Sains Islam Malaysia (USIM).
Kuliah tamu ini merupakan bagian dari implementasi kerjasama akademik antara Universitas Khairun (Unkhair) dengan Universitas Sains Islam Malaysia (USIM), yang selama ini telah terjalin dalam bidang pendidikan dan pengajaran, Penelitian serta Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM). Kehadiran narasumber dari luar negeri sekaligus menjadi bukti bahwa Prodi Pendidikan Geografi FKIP Unkhair Ternate semakin serius membuka ruang kolaborasi global dalam meningkatkan mutu pendidikan.
Dekan FKIP Unkhair Ternate, Prof. Dr. Abdu Mas’ud, S.Pd., M.Pd., dalam sambutannya saat membuka kegiatan kuliah tamu tersebut menyampaikan rasa bangga dan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini.
“Kami menyambut baik kuliah tamu ini karena menjadi langkah penting memperkuat kolaborasi akademik lintas negara,” ujarnya di hadapan peserta.
Lebih lanjut, Prof. Abdu Mas’ud, S.Pd., M.Pd. menekankan agar kerjasama internasional tidak berhenti pada kegiatan seremonial atau sekadar kuliah tamu
“Harapan kami, implementasi kerjasama internasional ini tidak hanya berhenti pada bidang pendidikan dan pengajaran, tetapi juga diperluas ke penelitian dan pengabdian kepada masyarakat,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa perguruan tinggi harus mampu menempatkan dirinya dalam jejaring akademik global.
“Kegiatan semacam ini menunjukkan bahwa Prodi Pendidikan Geografi FKIP Unkhair Ternate siap menjadi bagian dari jejaring akademik global yang visioner,” tambahnya.
Sementara itu, Koordinator Program Studi Pendidikan Geografi FKIP Unkhair Ternate, Syafruddin Adjam, S.Pd., M.Sc., menilai bahwa tema yang diangkat sangat tepat untuk menjawab tantangan zaman.
“Konsep STEAM menekankan integrasi ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan humaniora yang penting untuk melahirkan generasi inovatif,” jelasnya.
Ia melanjutkan bahwa pendidikan saat ini tidak cukup hanya melatih kemampuan akademik, tetapi juga harus membentuk karakter.
“Dengan pendekatan STEAM, mahasiswa didorong untuk berpikir kritis, kreatif, sekaligus memiliki kepedulian sosial,” ujarnya.
Lebih lanjut, Syafruddin Adjam, S.Pd., M.Sc. berharap mahasiswa dapat mengambil pelajaran penting dari kuliah umum ini.
“Kami berharap kegiatan ini memotivasi mahasiswa menjadi generasi adaptif, humanis, dan siap bersaing di tingkat global,” pungkasnya.
Dalam penyampaian materinya, Dr. Faszly Rahim menekankan bahwa pendekatan STEAM merupakan strategi pendidikan yang menyeluruh.
“STEAM bukan sekadar metode pengajaran, tetapi strategi untuk melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki empati dan kepedulian terhadap masyarakat,” tuturnya.
Ia juga menjelaskan bahwa pembelajaran dengan pendekatan STEAM membuka ruang kolaborasi dan kreativitas lintas disiplin.
“Melalui STEAM, mahasiswa tidak hanya menguasai teknologi, tetapi juga belajar tentang kolaborasi, empati, dan kepedulian sosial,” tambahnya.
Menurutnya, kerjasama lintas negara dalam dunia pendidikan menjadi faktor penting dalam membentuk kualitas mahasiswa.
“Melalui kerjasama seperti antara USIM Malaysia dan Unkhair Ternate, mahasiswa dapat memperluas wawasan dan memperoleh pengalaman global yang berharga,” ungkapnya.
Di akhir paparannya, Dr. Faszly Rahim mengajak mahasiswa untuk tidak berhenti pada teori, melainkan berani menciptakan karya nyata.
“Saya berharap mahasiswa Unkhair dapat menjadi agen perubahan yang membawa semangat inovasi sekaligus nilai-nilai kemanusiaan dalam setiap langkah mereka,” tutupnya.
Kegiatan kuliah tamu ini disambut dengan antusias oleh mahasiswa dan dosen yang hadir. Para peserta terlihat aktif mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab, menunjukkan minat besar terhadap penerapan STEAM dalam dunia pendidikan.
Bagi mahasiswa, kuliah umum ini bukan hanya kesempatan menambah wawasan akademik, tetapi juga membuka inspirasi baru tentang bagaimana pendidikan dapat menjadi jalan untuk mencetak generasi inovatif sekaligus humanis.
Dengan terselenggaranya kuliah tamu internasional ini, Unkhair kembali menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya berfokus pada pendidikan lokal, tetapi juga berorientasi global. Kolaborasi antara Unkhair dan USIM menjadi salah satu langkah strategis dalam menghadirkan pengalaman belajar yang lebih luas dan bermakna bagi mahasiswa. (Rus/Ans/Why)













