TERNATE, MALUKU UTARA (Kabar PROFESIANA.co.id) — Program Studi Pendidikan Geografi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Khairun sukses menyelenggarakan Olimpiade Geografi Mahasiswa Tingkat Nasional Tahun 2025. Kegiatan dengan tema “Geografi untuk Ketahanan dan Pembangunan Berkelanjutan Bangsa” ini dilaksanakan secara daring melalui aplikasi Zoom Cloud Meeting pada Sabtu, 6 Desember 2025.
Olimpiade ini diikuti oleh 74 peserta dari 15 perguruan tinggi ternama di Indonesia. Adapun perguruan tinggi yang turut ambil bagian yakni Universitas Cendrawasih, Universitas Haluoleo, Universitas Lambungmangkurat, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Universitas Mulawarman, Universitas Negeri Gorontalo, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Negeri Makassar, Universitas Negeri Semarang, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Pattimura, Universitas Sembilan Belas November Kolaka, Universitas Siliwangi, Universitas Nahdatul Ulama Maluku Utara, serta Universitas Khairun sebagai tuan rumah.
Ketua panitia pelaksana, Anggit Sasmita, S.T., M.Si, dalam sambutannya menegaskan bahwa keberhasilan penyelenggaraan kegiatan ini merupakan wujud kolaborasi dan dedikasi dari berbagai pihak.
“Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pimpinan Universitas Khairun, Pimpinan FKIP, Program Studi Pendidikan Geografi atas dukungan penuh sebagai tuan rumah digital, dan juga kepada para Dewan Juri atas kesediaan mengemban amanah penilaian,” ujarnya.
Tak lupa, Anggit Sasmita, S.T., M.Si. juga memberikan penghargaan khusus kepada seluruh panitia pelaksana dan dosen Pendidikan Geografi FKIP Unkhair yang telah berjuang memastikan kegiatan daring ini berjalan lancar. Kepada para finalis, ia juga menyampaikan motivasi untuk meraih prestasi, membangun jejaring akademik dan menjadikan ajang ini sebagai sebagai sebuah pengalaman.
“Anda adalah yang terbaik dari yang terbaik. Raih prestasi, bangun jejaring, dan jadikan momen ini sebagai pengalaman berharga untuk menumbuhkan semangat kolaborasi di masa depan. Mari kita tunjukkan bahwa meskipun terpisah jarak, semangat geografer Indonesia tetap menyala demi membangun Indonesia yang lebih tangguh dan berkelanjutan.” tutup anggit
Sementara itu, Ketua Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) FKIP Universitas Khairun, Dr. Rusman Rasyid, S.Pd., M.Pd. mewakili Dekan FKIP membuka secara resmi kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Program Studi Pendidikan Geografi yang telah menginisiasi penyelenggaraan olimpiade berskala nasional ini. Ia juga memberikan penghargaan atas dedikasi panitia yang telah bekerja keras mempersiapkan kegiatan hingga dapat terlaksana dengan baik.
“Olimpiade ini bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga menjadi arena intelektual untuk mengasah kemampuan analitis, berpikir kritis, serta pemahaman geografi mahasiswa dari seluruh Indonesia,” ujarnya.
Lebih jauh, Dr. Rusman Rasyid, S.Pd., M.Pd. yang juga merupakan dosen pada Program Studi Pendidikan Geografi FKIP Unkhair menegaskan bahwa ilmu geografi memiliki peran strategis dalam memahami dinamika ruang, lingkungan, sosial, ekonomi, hingga tantangan kebencanaan yang dihadapi saat ini. Dalam konteks pembangunan berkelanjutan, kemampuan membaca fenomena geografi sangat diperlukan untuk merumuskan kebijakan yang tepat dan berdampak luas bagi masyarakat.
“Melalui ajang ini, saya berharap akan lahir generasi muda geografer yang kreatif, visioner, dan berkarakter,” tambahnya.
Di akhir sambutannya, ia memberikan pesan inspiratif kepada seluruh peserta agar menjadikan kegiatan ini sebagai ruang pembelajaran yang bermakna.
“Apapun hasil yang diraih nanti, ingatlah bahwa kemenangan terbesar adalah ilmu yang diperoleh, pengalaman yang dirasakan, serta persahabatan yang terjalin. Jadikan Olimpiade ini sebagai ruang belajar, ruang berbagi, dan ruang untuk menunjukkan dedikasi para peserta terhadap ilmu geografi,” tutupnya.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Program Studi Pendidikan Geografi FKIP Universitas Khairun berharap dapat terus menjadi bagian dari upaya penguatan literasi geografi sekaligus membangun jejaring intelektual di tingkat nasional. (Rus/Ans/Why)













