KabarPROFESIANA.co.id- Luwu Timur. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah (UM) Palopo menyelenggarakan seminar bertajuk “Jaga Kesehatan Mental: Peran Pendidikan Karakter dan Penggunaan Bahasa Positif di Kalangan Remaja Sekolah” pada Jumat, 16 Mei 2025. Kegiatan ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Nurul Junaidiyah Lauwo, Kecamatan Burau, Kabupaten Luwu Timur dan diikuti oleh puluhan santri dari berbagai tingkatan pendidikan.
Seminar ini menghadirkan dua narasumber utama, yakni Dr. Amriani, M.Pd.I. dan Harmita Sari, S.Pd., M.Pd., Ph.D., yang memberikan materi edukatif seputar peran pendidikan karakter dan pentingnya bahasa positif dalam interaksi sosial di lingkungan sekolah dan pesantren.
Dalam pemaparannya, Dr. Amriani menekankan bahwa pendidikan karakter tidak hanya ditanamkan melalui teori, tetapi juga melalui keteladanan dan pembiasaan sehari-hari. “Remaja perlu dibimbing agar memiliki kesadaran diri, empati, serta kemampuan mengelola emosi. Karakter yang kuat adalah benteng utama dalam menghadapi tekanan sosial, termasuk bullying,” ujarnya.
Senada dengan itu, Harmita Sari, Ph.D. menyampaikan bahwa penggunaan bahasa positif memiliki dampak langsung pada suasana belajar dan hubungan sosial remaja. “Bahasa yang kita gunakan membentuk cara berpikir. Jika kita membiasakan diri berbahasa yang baik dan santun, maka potensi terjadinya kekerasan verbal maupun mental dapat diminimalkan,” jelasnya di hadapan para peserta seminar.
Kegiatan ini dimoderatori oleh Rahmadani, mahasiswa KKN UM Palopo, dan berlangsung dalam suasana yang hangat dan interaktif. Para santri terlihat antusias mengikuti jalannya acara dan aktif mengajukan pertanyaan pada sesi diskusi.
Salah seorang santri, Ahmad (15), mengungkapkan bahwa seminar ini memberinya wawasan baru. “Saya jadi lebih tahu bahwa kata-kata itu bisa menyakiti teman kalau tidak dijaga. Sekarang saya lebih hati-hati saat berbicara,” katanya.
Sementara itu, Ustaz Rahmat, salah satu pengajar di pondok, memberikan apresiasi tinggi terhadap kegiatan ini. “Seminar seperti ini sangat penting untuk membentuk karakter santri. Mereka perlu dibekali pemahaman tentang pentingnya saling menghargai dan menjaga ucapan. Kami berharap kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut,” ungkapnya.
Seminar ini merupakan bagian dari program kerja KKN UM Palopo yang fokus pada penguatan nilai-nilai karakter, literasi, dan edukasi sosial di tengah masyarakat, khususnya di lingkungan pendidikan berbasis keagamaan.
Melalui kegiatan ini, UM Palopo terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui pengabdian yang relevan dan menyentuh langsung kebutuhan lokal. (Ans-Why)













