MAKASSAR, SULAWESI SELATAN (KabarPROFESIANA.co.id)– Dalam rangka mendukung penguatan kapasitas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), STMIK Kharisma Makassar bekerja sama dengan Kelompok UMKM Makanan dan Minuman PLUT Sulawesi Selatan menyelenggarakan kegiatan Pendampingan serta Pemanfaatan Financial Technology dan Kecerdasan Buatan. Kegiatan ini berpusat di Gedung PLUT Sulsel, Makassar, dan diikuti oleh sejumlah pelaku UMKM yang bergerak di sektor makanan dan minuman.
Kegiatan ini dilaksanakan secara terstruktur dengan tiga tahapan utama. Pada bulan Juli 2025 dilakukan assessment awal untuk mengidentifikasi kebutuhan dan permasalahan utama yang dihadapi UMKM, khususnya terkait pengelolaan keuangan dan pemasaran digital. Memasuki bulan Agustus, tim pengabdian fokus pada penyusunan bahan pelatihan dan penyesuaian konten agar sesuai dengan realita usaha di lapangan. Puncak kegiatan berlangsung pada September 2025 melalui pelatihan implementasi yang mengajarkan pemanfaatan aplikasi keuangan digital serta penggunaan teknologi kecerdasan buatan dalam pemasaran.
Tim pengabdian dipimpin oleh Renny, S.Kom., M.M. sebagai Ketua Pengabdian, bersama tiga anggota yakni Ahyar Muawwal, S.Kom., M.T., Baizul Zaman, S.Kom., M.T., dan Bahrul Ulum Ilham, S.Pd., M.M., Ph.D. Keempatnya terlibat aktif dalam menyampaikan materi, memberikan simulasi, serta mendampingi UMKM secara langsung.
Menurut Renny, tujuan utama pendampingan ini adalah membekali pelaku UMKM agar tidak tertinggal di era digital. “Kami melihat banyak UMKM masih mengalami kendala dalam pencatatan keuangan dan strategi pemasaran. Dengan teknologi finansial dan kecerdasan buatan, mereka bisa lebih mudah mengatur arus kas sekaligus memperluas jangkauan pasar,” ungkapnya.
Selama kegiatan, peserta diperkenalkan pada berbagai aplikasi financial technology untuk memudahkan pencatatan transaksi, pembuatan laporan keuangan sederhana, hingga analisis keuntungan. Selain itu, materi tentang kecerdasan buatan juga diberikan, mulai dari penggunaan chatbot untuk layanan pelanggan, rekomendasi produk otomatis, hingga strategi promosi digital yang lebih efektif.
Antusiasme peserta terlihat tinggi, terutama saat sesi praktik langsung. Banyak UMKM merasa bahwa teknologi yang sebelumnya dianggap rumit ternyata dapat dioperasikan dengan mudah jika disertai pendampingan yang tepat. Hal ini memberi dorongan baru bagi mereka untuk lebih percaya diri dalam mengembangkan usaha.
Salah satu peserta, Nurhayati, pemilik usaha keripik rumahan, menyampaikan pengalamannya. “Pelatihan ini benar-benar membuka wawasan saya. Biasanya saya mencatat keuangan hanya di buku, sering kali ada yang terlewat. Setelah belajar menggunakan aplikasi, saya bisa memantau penjualan harian dengan rapi. Bahkan, saya jadi tahu produk mana yang paling laris,” ujarnya.
Peserta lain, Ahmad, pelaku usaha craft, juga memberikan apresiasi positif. “Saya sering bingung bagaimana memasarkan produk secara online. Ternyata dengan bantuan AI, saya bisa membuat konten promosi yang lebih menarik dan sesuai dengan tren. Ini tentu sangat membantu memperluas pasar saya, bukan hanya di Makassar tetapi juga ke luar daerah,” katanya.
Dengan adanya program pendampingan ini, UMKM tidak hanya mendapatkan pengetahuan baru, tetapi juga keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan dalam operasional usaha sehari-hari. Pencatatan keuangan yang lebih tertata dan strategi pemasaran yang lebih modern diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk UMKM Sulawesi Selatan di pasar yang semakin kompetitif.
Ke depan, STMIK Kharisma Makassar bersama PLUT Sulsel berkomitmen untuk terus mendampingi UMKM dalam proses transformasi digital. Program ini diharapkan menjadi langkah awal menuju ekosistem UMKM yang adaptif, inovatif, dan berkelanjutan di era ekonomi berbasis teknologi. (Ahy/Why/Ans)













