Kabar PROFESIANA.co.id, Makassar – Terpilih secara aklamasi, Prof DR. H. Hasnawi Haris, M.Hum Kembali dipercayakan untuk menjadi orang nomor satu di Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Sulawesi selatan masa bakti 2025-2029 sekaligus menjadi periode kedua menjadi Ketua Umum IPSI Sulsel. Mantan Wakil Rektor I UNM ini menjadi satu satunya calon Ketua Umum yang bersedia dan memenuhi syarat dengan mengantongi dukungan 100 % dari IPSI Kab/Kota dan 3 dukungan Perguruan Pencak Silat anggota IPSI Sulawesi Selatan sehingga beliau terpilih secara aklamasi dan ditetapkan sebagai Ketua Umum Pengurus Provinsi Ikatan Pencak Silat Indonesia Sulawesi Selatan.Musyawarah Provinsi (MUSPROV) XIV Ikatan Pencak Silat Indonesia Sulawesi Selatan tahun 2025 digelar pada tanggal 10 Mei 2025 di Hotel Almadera Makassar.
Sementara itu, laporan ketua Panitia Pelaksana Musprov Ayuzar Mansir, ST.,SH.,MH. menyampaikan bahwa peserta dihadiri oleh 23 utusan Pengurus IPSI Kab/Kota dari 24 Kabupaten Kota di Sulawesi Selatan, minus Kab. Toraja Utara yang belum terbentuk kepengurusan IPSI nya. “Oleh karena itu perlu saya sampaikan bahwa kemudian peserta lainnya berasal dari Perguruan Pencak Silat anggota IPSI Sulsel yang juga merupakan Pergurun Historis atau sekarang disebut sebagai anggota khusus yaitu Perguruan Silat Tapak Suci Putera Muhammadiyah(TSPM), Perguruan Silat Nasional Perisai Putih, Persaudaraan setia Hati Terate (PSHT), Keluarga Pencak Silat Nusantara(KPSN) ditambah 2 Perguruan Silat Yang baru saja disahkan menjadi anggota yaitu Ikatan Keluarga Silat Putera Indonesia (IKSPI) kera Sakti, dan Perguruan Silat Nasional Ampuh Sehat Aman Damai (PERSINAS ASAD). dan 5 perguruan Silat yang menjadi Peninjau yaitu Perguruan Silat Satria Muda Indonesia(SMI), Perguruan Silat Pagar Nusa, PS. Merpati Putih, PS. Tadji Malela, PS. Sempreng Tujuh,”ungkap Ayuzar.
Musprov XIV IPSI Sulsel tahun 2025 dibuka oleh Ketua Umum KONI Sulsel yang diwakili oleh Wakil Ketua Prof. Dr. H. Wasir Thalib.,M.Pd. dalam sambutannya menyampaikan bahwa dalam MUSPROV Cabang Olahraga ada 3 hal yang menjadi agenda penting untuk dibahas yaitu 1. Laporan Pertanggung jawaban Ketua Umum, 2. Program Kerja periode kepengurusan, 3. Pemilihan Ketua atau pengurus Baru, Guru Besar FT UNM ini menyampaikan pengalamannya dalam mengurus organisasi yang diperlukan banyak pengorbanan seperti pengorbanan tenaga, waktu, pikiran dan materi /dana serta seringkali pengurus cabang olahraga juga dituntut korban perasaan, sehingga tidak mudah menjadi pengurus olahraga apalagi menjadi Ketua Umum Cabang Olahraga seperti IPSI.
Ketua Umum IPSI Sulsel terpilih Prof Hasnawi Haris dalam Sambutannya mengucapkan rasa terima kasih kepada seluruh peserta dan masyarakat pencak silat Sulawesi Selatan yang telah memberikan dukungan kepadanya untuk kedua kalinya memimpin IPSI Sulsel 4 tahun mendatang.
“Saya kira tantangan terberat adalah meningkatkan prestasi Sulawesi Selatan di ajang PON XXII 2028 NTT/NTB oleh karena prestasi Pencak Silat Sulsel pada PON XXI Aceh/Sumut hanya berhasil meraih 1 medali perunggu, disamping konsolidasi organisasi juga sangat diperlukan mengingat banyaknya perguruan pencak silat di Sulawesi Selatan dan kebutuhan data base atlit, pelatih dan wasit pencak silat di Sulawesi Selatan, sehingga diperlukan kebersamaan, kerja keras seluruh pengurus IPSI Sulawesi Selatan maupun dukungan pengurus IPSI Kabupaten/ Kota yang dapat menjadi modal dalam menggerakkan organisasi IPSI untuk meraih tujuan dan harapan kita semua,”pungkasnya. (Why)













