MAJENE, SULAWESI BARAT (Kabar PROFESIANA.co.id) – Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yang didanai oleh DIPA Unsulbar 2025. Kegiatan ini mengusung tema Digital Smart Assessment for Deep Learning: Pelatihan Penyusunan Asesmen Inovatif Berbasis Artificial Intelligence untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Guru Sekolah Dasar.
Pelatihan berlangsung di SDN 20 Rangas, Kabupaten Majene, dengan melibatkan seluruh guru di sekolah tersebut. Tim pelaksana PKM dipimpin oleh Asmirinda Resa, M.Pd., didampingi oleh anggota Dr. Evy Segarawati Ampry, S.Pd., M.Pd. dan Uhwah Hasanah, S.Psi., M.Pd.
Tujuan utama kegiatan ini adalah membekali guru dengan keterampilan menyusun instrumen asesmen yang kreatif, efektif, dan berorientasi pada deep learning. Selain itu, guru diajak memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk memperkuat kualitas proses dan hasil pembelajaran.
Dalam sambutannya, Ketua Tim PKM, Asmirinda Resa, M.Pd., menekankan bahwa asesmen inovatif merupakan salah satu penentu keberhasilan pembelajaran abad ke-21. “Guru perlu menilai tidak hanya capaian kognitif, tetapi juga mengasah keterampilan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi siswa. Pemanfaatan AI dalam asesmen akan membuat prosesnya lebih efisien, adaptif, dan sesuai kebutuhan peserta didik,” ujarnya.
Sementara itu, Dr. Evy Segarawati Ampry, S.Pd., M.Pd. selaku pemateri menjelaskan bahwa teknologi bukanlah pengganti peran guru, melainkan mitra dalam memaksimalkan proses penilaian. “AI dapat membantu guru menganalisis capaian belajar siswa dengan cepat dan akurat, sehingga waktu guru bisa lebih difokuskan untuk membimbing, memotivasi, dan membentuk karakter siswa,”terangnya.
Kepala SDN 20 Rangas menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini dan menyampaikan apresiasi kepada tim PGSD Unsulbar. “Pelatihan ini membuka wawasan kami bahwa asesmen bisa dilakukan dengan cara yang lebih modern, praktis, dan menyenangkan bagi siswa,” ungkapnya.
Selain mendapatkan materi, peserta juga melakukan praktik langsung menyusun instrumen asesmen berbasis AI serta mencoba berbagai aplikasi digital yang mendukung proses pembelajaran.
Menutup kegiatan, Asmirinda Resa, M.Pd. berharap sinergi ini dapat terus berlanjut. “Kami ingin guru di Majene tidak sekadar menjadi pengguna teknologi, tetapi juga inovator dalam pembelajaran. Pendidikan berkualitas lahir dari guru yang siap beradaptasi dengan perkembangan zaman,”pungkasnya.
Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan guru mampu mengimplementasikan asesmen yang inovatif dan relevan, sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna dan mampu mempersiapkan siswa menghadapi tantangan masa depan. (Rls/Ans/Why)













