Kabar PROFESIANA.co.id. Kab. Gowa– Tim PKM Universitas Negeri Makassar (UNM) yang bekerjasama dengan Universitas Bosowa Makassar menggelar kegiatan PKM KemdiktiSaintek di Desa Sunggumanai, Sabtu 28 Juni 2025.
Kegiatan PKM ini dipusatkan di lokasi pengolahan sampah terpadu pada Kelompok Usaha Pengelolaan Sampah (Kupas) yang diketuai H.Rusli dan kelompok ini sudah berdiri sejak tahun 2014 dengan jumlah anggota 15 orang lebih.
Inisiatif ini berdasarkan permasalahan sampah yang menumpuk dan banyak bertebaran di jalan di sekitar desa tersebut, sehingga berkat kerjasama Bumdes Desa Sunggumanai dan pimpinan desa tersebut, akhirnya permasalahan sampah dapat teratasi.
Kelompok Kupas ini setiap minggu mengumpulkan sampah plastik, kaleng oli, dan kantong plastik yang akan dikelola menjadi plastik cincang.
Program hibah PKM Kemdiktisaintek ini diketuai oleh Dr. Ir. Muhammad Wiharto, M.Si (Bidang Ekologi tumbuhan), yang memaparkan pentingnya memisahkan sampah baik organik maupun aorganik agar bisa diolah produk yang bermanfaat dan mengurangi emisi karbon.
Sementara itu anggota PKM lainnya, Dr. Ir. Muhammad Anwar, M.Si (Bidang Pendidikan Kimia) memaparkan terkait aspek kimia dan cara memisahkan senyawa dengan proses kimia dengan destilasi dan ekstraksi serta peleburan sampah plastik menjadi butiran plastik.
Tim PKM juga melakukan wawancara langsung dengan ketua tim Kupas saat sosialisasi dan pengetahuan penerapan alat yang akan dilakukan, sehingga dengan demikian, Dr.Muhammad Arief Nasution, M.Si (Bidang perencanaan wilayah Unibos Makassar) mengatakan pentingnya sampah organik untuk diolah menjadi pupuk organik yang diaplikasikan ke tanaman hortikultura dan bahan materi telah disiapkan saat sosialisasi tersebut.
Saat sosialisasi dan penerapan teknologi berlangsung, hadir pula Ketua tim Bumdes Desa Sunggumanai, Bakhtiar yang mengucapkan terima kasih atas pendampingan dan bantuan berupa alat dan teknologi yang diberikan.
“Kegiatan ini akan memberikan manfaat baik untuk pengelola sampah dan pemberdayaan masyarakat yang ada disekitar lokasi tersebut dan saat kegiatan PKM tim telah memberikan alat pirolisis kepada Jetua Kupas didamping Bumdes Desa Sunggumanai serta dihadiri anggota tim pengelola sampah dan sempat di jelaskan cara pengolahan sampah dengan menggunakan alat pirolisis dan bagaimana produk asao cair dan besnsin yang dihasilkan nanti akan menyerahkan alat pencincang, blender atau alat penghalus sampah,”ungkapnya.
Tahap akhir kegiatan, tim PKM meninjau langsung tumpukan sampah plastik, cara mengolah sampah dan alat penghalus plastik, bahkan sampah plastik ada yang di datangkan dari berbagai daerah.
Tim PKM UNM dan Unibos berharap usaha yang telah dirintis oleh H. Rusli untuk terus mampu berkembang dengan adanya bantuan alat dan teknologi yang diberikan dan produksinya bisa diterapkan untuk menampung asap cair dan pupuk organik yang ada dilahan tersebut sehingga aman bagi lingkungan, zero waste dan low emission carbon.
Tim PKM mengucapkan terima kasih tak terhingga kepada DPPM Kemdiktisaintek Indonesia atas pendanaan tersebut, serta kepada Ketua LP2M UNM, Prof.Dr.Jamilah, M.Sn beserta Staf LP2M dan seluruh tim PKM dan Bumdes Desa Sunggumanai.(Why/Ans).













