MEDAN, SUMATERA UTARA (KabarPROFESIANA.co.id)–Tim Tenis Lapangan Universitas Negeri Makassar (UNM) tampil apik dan berhasil merebut 3 medali di kategori berbeda pada ajang bergengsi LPTK CUP 2025 yang berlangsung 14-16 November 2025 di Universitas Negeri Medan.
Tiga keping medali yang berhasil diboyong ke Makassar tersebut masing-masing 1 medali perak di nomor ganda beregu prestasi, 1 medali perak di nomor mix double, dan 1 medali perunggu datang dari nomor beregu kelompok umur.
Sebenarnya secara realistis 2 medali emas di depan mata yakni di nomor mix double dan nomor beregu kelompok umur yang memang menjadi target tim selama persiapan jelang ajang ini, namun peluang besar dan terbuka itu pupus di tengah jalan lantaran berbagai hal yang menjadi dinamika dalam gelanggang pertandingan.
Misalnya saja untuk ganda beregu kelompok umur saat meladeni para pemain Universitas Surabaya (Unesa) di babak semi final, bahkan partai pertama UNM sempat memberikan efek kejut ke tim lawan yang langsung memimpin dengan skor telak 6-2, namun akhirnya berbalik keadaan dan tim Unesa menyalip tim UNM dan menyudahi perlawanan UNM yang berakhir dengan skor 8-6 untuk tim Unesa.
Padahal jika partai pertama ini mampu direbut tim UNM (Mustafa/Hasyim), maka peluang melenggang ke partai final begitu mudah karena partai ke 2 UNM pasangan andalan UNM, Yusnadi/Ilham Azis yang turun di kelompok umur 90 tahun di atas kertas secara kualitas mampu meraih kemenangan mudah atas lawannya yang berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Sehingga partai ke 3 harus dipertandingkan hanya saja pasangan UNM (M.Rum Bismar/Ians Aprilo) tak mampu berbuat banyak yang membuat tim Unesa unggul 2-1 memupuskan langkah UNM ke final padahal tim yang menanti di final yakni tuan rumah Unimed, tim UNM tentu lebih diunggulkan secara kualitas materi pemain.
Hal yang sama terjadi di nomor ganda campuran (mixdouble) pasangan UNM, Ashima Faradhina Zainuddin/Hasyim sebenarnya sejak awal mampu mendikte jalannya pertandingan di final saat meladeni pasangan tim UNY yang notabene eks pemain PON bahkan sempat unggul lebih dulu namun akhirnya harus menyerah dan takluk dari ganda campuran tim UNY dengan berbagai spekulasi non teknis dan hanya puas dengan medali perak buat pasangan Ashima/Hasyim.
Kepada wartawan KabarPROFESIANA.co.id, Pelatih tim LPTK UNM, Dr. Hasbunallah, AS, M.Pd menyatakan rasa syukur dan tetap bangga atas capaian timnya meski tak bisa disembunyikan rasa seakan tak percaya padahal 2 emas di depan mata.
“Saya mohon maaf atas semuanya dalam mengantar tim ini, tetapi kita bersyukur atas pencapaian ini dan saya harus menegaskan bahwa proses tak pernah menghianati hasil dan setiap usaha, kerja keras, kesungguhan, dan ketekunan yang dilakukan pasti akan membuahkan hasil yang setimpal,”tegasnya.
“Meskipun hasilnya mungkin tidak selalu sesuai harapan, proses itu sendiri memberikan pengalaman dan pembelajaran yang berharga, saya ingin menekankan bahwa hasil yang baik membutuhkan waktu dan perjuangan, dan tidak ada jalan pintas yang permanen, mari kita menatap LPTK berikutnya di Universitas Negeri Semarang (Unnes) Maret 2027 mendatang,”pungkasnya. (Why/Ans)













